Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

LIRA Tebingtinggi Hadiri Media Workshop BPK Sumut

Tim Redaksi: Selasa, 17 Desember 2019 | 23:31 WIB

MEDAN - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara menggelar Media Workshop dengan tema 'Workshop Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara/Daerah', Selasa (17/12/2019) di Aula BPK Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan.

Ratama Saragih, Wali Kota DPD LIRA Tebingtinggi sebagai salah satu peserta mengatakan kegiatan ini dilakukan sehubungan telah selesainya pemeriksaan semester II tahun 2019, pemantauan penyelesaian kerugian daerah semester II TA 2019, dan pemantauan tindaklanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Utara.

"Dalam pertemuan tersebut, Ambar Wahyuni, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Utara memaparkan hasil pemantauan penyelesaian kerugian daerah dengan entitas beberapa Kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara," ujar Ratama dalam siaran pers nya.

Ratama juga mengatakan bahwa dalam acara Media Workshop tersebut ada sesi tanya jawab, diantaranya Ratama sendiri mempertanyakan terkait SK pembebanan yang dikategorikan Data dikecualikan sehingga publik tidak bisa mengakses realisasi penyelesaian kerugaian Negara/ Daerah.

Bahkan, dirinya mempertanyakan Case LHP BPK yang di Ekstrak oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dengan status di tingkat penyidikan.

"Namun, Ambar Wahyuni menjawab bahwa APH kerap sekali menggunakan tenaga Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP), padahal Undang-undang mengharuskan bahwa BPK lah lembaga independen yang satu-satunya sebagai Badan Pemeriksa Keuangan yang sah," ungkapnya.

Sementara, BPKP yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden ini mengisyaratkan bahwa Legal Standing BPK lebih diutamakan dalam memeriksa keuangan negara baik dalam investigasi kerugian negara atas permintaan APH.

Lalu, pertanyaannya sekarang mengapa pihak APH lebih mengutamakan BPKP ketimbang BPK?

"Ini suatu fenomena unik yang masih menyimpan misteri di negeri ini. Jika memang demikian, maka resikonya pastilah sangat mustahil uang negara bisa diselamatkan jika fenomena tersebut terus berlangsung," pungkas Ratama. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html