Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Lansia GKPI Jemaat Khusus Sentosa Rayakan Natal

Tim Redaksi: Rabu, 11 Desember 2019 | 19:45 WIB

Op Sihar Panaili br Pakpahan mewakili lansia saat menyalakan lilin. 

MEDAN-Perayaan Natal Lansia GKPI Jemaat Khusus Sentosa dan sekitarnya yang dilaksanakan di GKPI Sentosa Lama Medan pada Selasa (10/12/2019) malam berlangsung meriah.

Tidak hanya lansia dari GKPI Jemaat Khusus Sentosa, juga turut lansia dari GKPI Sidorame, HKBP Dame, HKBP Sidorejo, Methodist Madong Lubis, GKPS Jalan Pelita II Medan dan HKBP Pertahanan.
Pada perayaan Natal ini ditunjuk untuk penyalaan lilin Penetua Ev. Drs JG Sormin, Pdt MSJ Lumbantobing (BPH), Ompung Sihar Panaili Br. Pakpahan (lansia), jemaat sekitar, relawan, Ketua Pelaksana.

Thema Natal "Sampai Masa Tuamu Aku Tetap Dia dan Sampai Masa Putih Rambutmu Aku Menggendong Kamu (Yesaya 46::4A) dan sub thema "Melalui Perayaan Natal Lansia Ini Kita Harus Tetap Bersandar Kepada Tuhan agar Terjadi Terobosan-terobosan yang Dapat Mengubah Pergumulan Menjadi Sebuah Kemenangan".

Kegiatan Natal yang dihadiri sejumlah wanita lansia ini dikumandangkan kidung jemaat. "Semuanya bersuka ria," ujar Op Sihar Panaili Br Pakpahan.

Sedangkan Penetua Ev. Drs James Ganda Sormin dalam khotbahnya mengajak lansia berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Penyayang.

"Di usia lanjut saat ini para kaum lansia jangan lagi suka marah, karena itu sangat rentan untuk kesehatan. Juga harus menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Penyayang agar kita diberi kesehatan," ujarnya.

Menurut James, kelahiran disebut kelahiran inkarnasi, dimana Tuihan seutuhnya berubah menjadi manusia seutuhnya. "Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetraaan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hama dan menjadi sama dengan manusia," tambahnya.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati di kayu salib. Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa (Fip 2:6-11).

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan hukuman perhambaan (Galatia 5 :1). Perayaan Natal semakin meriah dengan lagu-lagu pujian dari lansia dan Okuli Voice. (rel)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html