Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dana Reses Diekspos, Anggota DPRD Binjai Hairil Anwar Berang

Tim Redaksi: Rabu, 11 Desember 2019 | 15:13 WIB


Binjai - Berita soal dana anggaran tunjangan reses yang dimuat dibeberapa media ternyata membuat sejumlah anggota DPRD Kota Binjai berang.

Salah satunya Hairil Anwar dari Fraksi PKS. Dalam komentarnya di media sosial facebook atas nama Wardika Aryandi, Hairil menuliskan kalau media tersebut telah menyebarkan berita "hoax".

"Sekelas Analisa sudah jadi nyebar hoax sekarang..? Kalau anda tidak buat klarifikasi.. tunggu aja la..," tulis Hairil di dinding komentar seakan mengancam wartawan yang menulis berita tersebut.

Bukan sampai di situ saja, bahkan dalam komentar tersebut, Hairil Anwar seperti menggurui wartawan tersebut untuk mencerna informasi yang didapat.

"Wardika Aryandi kalau begitu abg harus belajar lagi mencerna informasi yg benar," tulisnya menggurui.

Menyikapi hal ini, Ketua Binjai Corruption Wathc (BCW), Gito Affandi ikut angkat bicara. Dirinya mengatakan kalau tindakan Hairil Anwar yang memberikan komentar terhadap tulisan media yang jelas narasumbernya termasuk mencerminkan kualitas dirinya yang bobrok dan asal-asalan.

"Nampak kualitas dirinya itu bobrok. Ngomong jangan sembarangan, harus kuasai bahan. Baca itu berita, baru dia bisa berkomentar. Jangan dia menjatuhkan media dengan mengatakan kalau berita media itu hoax," kesal Gito melihat tindakan anggota DPRD Kota Binjai dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Masih katanya, tidak seharusnya pejabat daerah memberikan komentar yang menyudutkan dan merugikan media. "Kan isi berita itu jelas dan narasumbernya orang yang berkompeten memberikan keterangan, tapi kenapa dia (Hairil_red) berkomentar seperti itu. Sepertinya kualitas Hairil Anwar itu perlu kita pertanyakan selaku anggota DPRD Kota Binjai," terangnya.

Sementara itu, Wardika Aryandi, wartawan Analisa yang menulis berita tersebut meminta agar Hairil Anwar bersikap dewasa dan membaca berita dengan teliti sebelum berkomentar yang dapat merugikan pihak media.

"Seharusnya dia dewasa, karena wartawan menulis berita sesuai fakta yang didapat dan apa adanya, bukan ada apanya," cetus Dika kesal.

Dia juga meminta agar seluruh instansi jangan intervensi wartawan dalam menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

"Jangan intervensi media. Karena media bekerja sesuai porsinya," tutupnya. (hen).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html