Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Beraktifitas Tanpa Was-Was dengan Kartu Indonesia Sehat

Tim Redaksi: Kamis, 26 Desember 2019 | 13:19 WIB

TAPSEL - Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah kartu identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Penggantian kartu BPJS Kesehatan, dengan memiliki kartu KIS beratifitas aman tanpa ada rasa was-was.

Kartu Indonesia Sehat atau KIS ini, berfungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

KIS juga dapat digunakan di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan juga ditingkat lanjut.

Selain sakit yang dirasakan, bagi sebagian besar orang yang paling membebani saat sakit adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat.

Hal ini dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat, baik yang mampu secara ekonomi maupun yang tidak mampu.

Hal tersebut pasti sangat merasa khawatir, apakah mereka memiliki biaya yang cukup untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Begitu juga yang dirasakan oleh Khoiriah Nasution salah satu peserta JKN-KIS, warga Silaiya, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sebelum mempunyai Kartu Indonesia Sehat, dirinya selalu merasa was-was saat bekerja. Bukan tanpa alasan, kesehariannya yang bekerja sebagai petani karet menuntut Khoiriah untuk selalu memiliki fisik yang sehat.

Jendati demikian, di usianya yang sudah sepuh anggota tubuhnya tidak dapat berfungsi sebagaimana yang ia inginkan lagi.

Hal ini membuat Khoiriah terpaksa harus sering beristirahat, sekedar meregangkan sendi-sendi kakinya yang terasa berat setelah dipaksakan melangkah untuk waktu yang lama.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sebanyak-banyaknya, sudah dapat rezeki KIS ini. Baru kemarin saya terima, Kalau nanti aku sakit, bisa kubawa kartu ini berobat ke Puskesmas," ungkap Khoiriah saat dijumpai di rumahnya yang sederhana, Kamis (26/12/2019).

Khoiriah sehari-harinya hanya mengandalkan penghasilannya sebagai petani karet. Setiap hari ia berkeliling untuk menderes, menyayat satu persatu kulit pohon karet untuk memperoleh getah pohon yang berwarna putih.

Tidak cukup sampai disitu, ia juga harus mengawasi cairan getah yang akan terus menerus keluar setelah proses penderesan selesai. Getah karet yang telah terkumpul harus dijaga agar tidak terkena air hujan, atau kualitas karet akan menjadi menurun.

Khoiriah kini benar-benar bisa bernafas dengan lega. Pasalnya ia tidak perlu membayar iuran karena termasuk warga tidak mampu yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebagai peserta KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Tidak hanya itu, KIS yang selama ini telah lama ia nanti, telah ia terima dan siap untuk dipakai berobat.

"Baru saja beberapa bulan lalu bapak Kepala Desa memberikan KIS ini kepada kami. Kalau sebelumnya berobat pakai biaya, mengeluarkan uang, sekarang udah bisa dijamin BPJS Kesehatan. Belakangan sering sakit kepala, ini juga sakit kalau udah banyak jalan saat keladang. Kadang kaki kanan yang sakit, terkadang dua - duanya," ucap Khoiriah.

Kini Khoiriah dan warga lainnya, sudah tidak was-was lagi melakukan aktifitas setiap harinya. Dengan adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS), biaya untuk berobat sudah bisa teratasi. (Syahrul).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html