Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Rumah Pengecer Minyak dan Gas Terbakar: Bapak Tewas Terpanggang, Anak Sekarat

Tim Redaksi: Rabu, 20 November 2019 | 16:24 WIB

DELISERDANG - Rumah semi permanen penjual minyak eceran dan gas, ludes dilalap api di Jalan Tangkahan, Dusun II, Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Rabu (20/12/2019) dini hari pukul 02.30 WIB.

Akibat peristiwa itu, pemilik rumah, Sandi (41) sekarat dan bapaknya, Supan (60) tewas terpanggang.

Informasi yang diperoleh, sebelum musibah kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang istirahat tidur. Secara tiba-tiba, api muncul dari rumah itu. Tetangga yang mengetahui kejadian itu, langsung berteriak kebakaran sambil mendobrak pintu rumah tersebut.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan menyiram rumah itu. Namun, api terus marak. Sebab, api menjilat minyak dan tabung gas. Akibatnya, kobaran api disertai suara ledakan yang diduga berasal dari gas ukuram 3 kg.

Di sela-sela api marak, Sandi yang terjebak api diselamatkan warga. Pemilik warung minyak eceran itu penuh luka bakar, warga membawa ke klinik terdekat.

Berselang itu, lebih dari 2 unit pemadam kebakaran datang ke lokasi. Dalam tempo lebih dari satu jam, api akhirnya dapat dipadamkan.

Setelah api padam, warga menyaksikan Supan ditemukan tewas terpanggang di diantara rumah yang sudah ludes terbakar.

"Waktu rumah itu terbakar, dari rumah itu menjerit minta tolong. Kami berusaha mendobrak rumah, yang dapat diselamatkan si Sandi mengalami luka bakar di perut, dia (Sandi) sudah dirujuk ke RSU Imelda," cerita tetangga korban, Imsyahputra.

Petugas Polsek Hamparanperak tiba di lokasi melakukan olah TKP, jenazah korban yang tewas dievakuasi ke rumah sakit. Sejumlah saksi dimintai keterangan, dan barang bukti diamankan.

Kanit Reskrim Polsek Hamparanperak Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP, untuk penyebab kebakaran masih diselidiki.

"Kita belum bisa simpulkan penyebab kebakarannya, kita akan menunggu hasil labfor. Untuk korban yang tewas sudah divisum dan yang kritis masih dirawat di rumah sakit," terangnya. (Mu-1)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html