Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Astronout Nainggolan Pertanyakan 255 THL di Dinas Lingkungan Hidup Siantar

Tim Redaksi: Jumat, 15 November 2019 | 00:33 WIB

Astronout Nainggolan saat diwawancarai dalam suatu kesempatan
PEMATANGSIANTAR - Anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar Astronout Nainggolan mengkritisi Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kota Siantar Dedy Tunasto Setiawan terkait adanya Tenaga Harian Lepas (THL) yang masuk dalam anggaran Rp9,5 Milyar.

Ia pun meminta Kadis LH dedy untuk menunjukkan 255 THL yang masuk dalam anggaran Rp 9,5 miliar.

"Bisa kami periksa THL itu? Soalnya ini ada anggarannya Rp 9,5 milyar," tegas Astronout pada saat rapat kerja Komisi III dengan Dinas LH, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, Astronout mengatakan setiap petugas kebersihan harus dilengkapi perlengkapan. Ia meminta untuk melakukan pengadaan sepatu, sarung tangan, dan masker bagi petugas kebersihan.

"Kami Komisi III meminta supaya memanusiakan yang kerja. Kami minta supaya petugas kebersihan diganti sepatu botnya setiap tahun. Lalu, dilengkapi masker, dan sarung tangan. Hal ini jarang dilakukan," kesalnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyayangkan pihak Dinas LH tidak ada menyusun anggaran untuk pengujian kualitas lingkungan. Karena, menurutnya, Kota Pematangsiantar memiliki banyak pabrik yang memerlukan uji dampak lingkungan.

Lebih lanjut, Astronout menganjurkan untuk memanfaatkan Laboratorium Dinas LH. Staf Dinas, katanya, dapat dikirim untuk mengikuti sekolah tenaga analisis.

"Dinas LH ada laboratorium, tapi tak berfungsi. Dalam penerimaan CPNS ini tidak ada menerima tenaga analisis. Jadi, bisa dengan cara setiap THL," imbunnya.

Menjawab pernyataan itu, Kadis LH Dedy Tunasto Setiawan menyatakan pihaknya siap jika ingin melakukan pemeriksaan terhadap 255 THL yang dimaksud Astronout.

Mengenai kelengkapan petugas lapangan dalam bekerja, Dedy mengaku memang selama ini tidak ada memikirkan itu.

"Silahkan diperiksa (THL). mengenai kelengkapan petugas kebersihan, kami memang selama ini tidak ada lakukan pengadaan kelengkapan," ungkapnya.

Dedy menambahkan, untuk tenaga analisis perlu dianggarkan insentif. Hal ini bertujuan untuk mensejahterakan pegawai.

"Kami minta menambah insentif. Butuh insentif untuk tenaga analisis," ujarnya. (Ril)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html