Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siswa SMAN 1 Beringin Merasa Putus Asa. Ini Sebabnya...

Tim Redaksi: Senin, 28 Oktober 2019 | 18:44 WIB

BERINGIN | Sebanyak 340 orang siswa siswi SMA Negeri 1 Beringin di Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang hingga kini masih menumpang belajar di sekolah SMPN I Beringin. Mereka juga tampak putus asa seakan tak bisa berharap kepada pemerintah untuk segera membangun sekolah mereka.

Bangunan sekolah yang dijanjikan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara masih terkatung katung. Rencana tempat pembangunan sekolah yang terletak di areal eks Perkebunan PTPN II Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau Afdeling VII, Kualanamu masih rata dan belum tampak ada aktivitas pembangunan sekolah SMAN 1 Beringin.

Ratusan siswa siswi SMA Negeri 1 Beringin merasa resah karena kegiatan belajar di sekolah mereka yang masih menumpang di SMPN1 Beringin ini tidak bisa maksimal dalam menyerap mata pelajaran. Di samping sekolah hanya bisa dilakukan pada siang hari hingga sore juga mengganggu kegiatan lainnya.

Pada momen peringatan hari sumpah pemuda kegiatan terpaksa dilakukan di lokasi dimana rencana pembangunan sekolah SMAN 1 akan dibangun. Karena halaman sekolah SMPN 1 Beringin digunakan oleh siswa SMPN 1 Beringin dari upacara bendera hingga sejumlah kegiatan seni tari teater, baca puisi dan lainnya dilakukan oleh siswa dan para siswa sangat putus asa dengan janji Gubernur Sumatera Utara yang akan segera membangun sekolah untuk mereka.

"Kami kesulitan menyerap mata pelajaran karena waktu belajar hanya bisa dilakukan pada saat siang hingga sore hari, mestinya pada pagi hari kami bisa lebih konsentrasi dalam menyerap mata pelajaran namun ruangan kelas tentunya dipakai oleh Siswa SMPN I Beringin, kami hanya numpang,” ucap Agripa Sipayung Ketua OSIS SMAN I Beringin, Senin (28/10/2019).

Mewakili aspirasi siswa siswi SMAN 1 Beringin Lainnya berharap Pemerintah cepat turun tangan memperhatikan agar kami dapat memiliki bangunan sekolah sendiri dan belajar dipagi hari karena belajar disore hari itu sangat melelahkan. “Selain itu kami juga berkeinginan bila bisa sekolah pagi hari waktu disiang hari kami bisa melakukan bimbingan belajar yang lainnya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Melati sebagai Sekertaris OSIS mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah yang berjanji membangun sekolah untuk mereka namun hingga kini belum juga terealisasi.

“Sudah dua tahun merasakan sekolah sore pada hal ini Sekolah Negeri 1 mestinya bisa menjadi perioritas oleh pemerintah,kami belajar sore itu otak sudah tak fres lagi menerima mata pelajaran,yang seharusnya siang hari itu untuk istirahat tapi mau tidak mau kita harus belajar terkadang hal ini menyebabkan kurang konsentrasi dikelas dan prestasi tentunya kurang,“ ungkapnya.(wan)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html