Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kapolda Sumut Terima Audiensi Keuskupan Agung Medan

Tim Redaksi: Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:25 WIB

MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menerima audiensi dari Keuskupan Agung Medan, di Ruang Perjamuan Lantai II Mapolda Sumut, Selasa (22/10/2019) pukul 14.00 WIB.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Dedy Kusuma Bhakti, Dir Narkoba Kombes Hendrik Marpaung, Dirreskrimum Kombes Andi Rian, Kabid Humas Kombes Tatan Dirsan, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, Rektor Unika Frietz R. Tambunan, para Pastor dan tamu lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terima kasih kepada keuskupan Agung Medan yang memiliki 500.000 sampai 600.000 umat yang siap menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Medan ini secara khususnya dan di Sumut secara umumnya dengan berbagai cobaan permasalahan yang selama ini terjadi.

Kapolda berharap dukungan dari keuskupan Agung Medan beserta staf untuk tetap berkontribusi membantu Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayahnya masing-masing melalui gereja, lembaga pendidikan, dan lingkungan yang ada di Keuskupan agung, serta tidak henti-hentinya menebarkan kebaikan dan kedamaian.

"Kedepan masih ada 23 pemilihan kepala daerah yang ada di Sumut, maka dari itu kita harus mulai melakukan pendekatan di segala bidang untuk menghindarkan masyarakat dari pengaruh negatif serta sifat mengadu domba yang sangat berbahaya dalam kehidupan masyarakat," ujarnya.

Jenderal bintang dua itu juga mengingatkan kepada para Keuskupan Agung apabila melihat, mendengar, atau merasakan adanya golongan-golongan atau suatu kelompok serta paham radikal yang intoleran terhadap pemerintah agar diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mempermudah proses hukumnya.

"Polri bekerja sesuai dengan kalender kamtibmas yaitu statis dan dinamis, dimana kalender statis adalah yang mengatur pengamanan dalam hari-hari besar seperti Natal, Tahun Baru, Idul Fitri, dan lainnya, oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri untuk memantau dan mengamankan hari-hari besar tersebut," katanya.

Selain itu, Kapolda menyampaikan bahwa apa yang sudah dibangun dalam Keuskupan Agung Medan ini seperti dalam bidang pendidikan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia. Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung program Keuskupan Agung tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak kampus bisa menginventalisir siapa saja yang para pelaku mahasiswa yang termasuk dalam geng-geng diluar dari program kampus yang bersifat ilegal.

"Saya minta kepada Kapolrestabes Medan dan Dirreskrimum untuk menindak tuntas para pelaku kekerasan yang ada di kampus, dan Kepada Dir Narkoba Polda Sumut untuk dapat mengusut tuntas pelaku pengedaran narkoba di lingkungan kampus," tegasnya.
Sementara, Uskup Agung Kornelius Sipayung mengucapkan terima kasih atas inisiatif keamanan yang selama ini diberikan oleh kepolisian terhadap Gereja-gereja Keuskupan di Medan yang tanpa diminta pun datang untuk melaksanakan pengamanan dalam hari-hari besar keagamaan.

"Keuskupan Agung Medan siap untuk bekerja sama dengan Kepolisian dalam menjaga kemananan di wilayah Sumut," ucapnya.

Sementara, Campus Ministry Unika Emmanuel yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa ada 89 sekolah kepengurusan keuskupan Agung Medan yang tersebar mulai dari Tebingtinggi sampai dengan Aceh tenggara, dan memiliki murid mencapai 33.800 murid yang mayoritas Protestan.

"Sekolah-sekolah ini sangat membutuhkan kerjasama terhadap Kepolisian karena banyak sekali siswa/i yang sudah mulai menyimpang kepada kenakalan remaja seperti membentuk geng-geng motor, dan yang paling ditakuti adalah terkena narkoba," ujarnya.

Kemudian, Rektor Unika Frietz Tambunan menyampaikan bahwa pihak universitas telah mendeteksi adanya tindakan kelompok mahasiswa yang bisa disebut sebagai inogurasi yang mengadakan kegiatan diluar dari restu universitas, seperti perpeloncoan, kekerasan, serta pelecehan.

Ia berharap dan meminta kepada kepolisian sebagai pihak keamanan untuk ikut dan turut campur tangan dalam memberantas berbagai permasalahan yang ada di kampus karena ditakutkan akan berimbas kepada para generasi selanjutnya.

"Universitas telah mencurigai adanya tempat di dekat Kampus yang menjadi tempat pengedaran narkoba oleh para mahasiswa. Kami berharap agar pihak kepolisian dapat menyelesaikan secara tuntas masalah narkoba maupun geng-geng yang terbentuk diluar restu daripada universitas," pungkasnya. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html