Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kapolda Sumut: Penusuk Wiranto Jaringan JAD, Direkrut Melalui Medsos

Tim Redaksi: Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:18 WIB

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto
MEDAN - Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, disebut-sebut saling mengenal dengan teroris yang pernah ditangkap Polda Sumatera Utara, berinisial RSL saat ikut aksi unjuk rasa ricuh di Medan, Selasa (24/9/2019) lalu.

Abu Rara dan RSL merupakan kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya terpapar jaringan teroris ini setelah direkrut melalui media sosial (medsos) dan sistem sel terputus, dan dikoordinir oleh pimpinan tertinggi.

Demikian dijelaskan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto di Mapolda Sumatera Utara, Jumat (11/10/2019).

"Mereka (Abu Rara dan RSL) jaringan teroris, perekrutan mereka melalui jaringan media sosial, sistem sel. Namanya sistem sel itu, terkadang mereka hanya mengenal atas saja dan sesama mereka terkadang tidak saling mengenal," kata Kapolda.

Menurut Kapolda, setiap pelaku yang terpapar teroris selalu bertemu di media sosial. Kemungkinan Abu Rara dan RSL saling mengenal.

"Mereka ketemu di medsos. Pada saat mereka bertemu, mungkin mereka saling mengenal. Abu Rara bertemu dengan istrinya juga melalui medsos," ungkapmya.

Dikatakan Kapolda, jaringan ini sekarang lebih banyak menggunakan medsos untuk merekrut. Ditambahkannya, Abu Rara terpapar teroris ketika berada di Jawa. Ketika berada di Kota Medan, dia belum terpapar ajaran radikalisme.

"Kasus yang terjadi itu (penyerangan Menko Polhukam, red) menjadi pelajaran buat kita semua agar lebih meningkatkan pola pengamanan. Walaupun dekat dengan masyarakat, tapi pengamanan harus diperketat. Kepada masyarakat juga diminta untuk memahaminya," katanya.

Kapolda menambahkan, kewaspadaan akan terus dilakukan, apalagi Sumatera Utara beberapa kali terjadi insiden teror. Di antaranya di Kota Sibolga.

"Kita yang di wilayah juga akan meningkatkan kewaspadaan terkait teroris, apalagi Sumatera Utara juga pernah beberapa kali ada kejadian teror, dari tahun 2000 dan di Sibolga, memang jaringan ini ada. Jaringan ini sekarang lebih banyak menggunakan medsos untuk merekrut. Kita minta kepada masyarakat agar selalu waspada, belajar agama dengan benar-benar, agama manapun tak ada yang mengajarkan untuk menjadi teroris," tegasnya.

Kepada generasi milenial yang sering menggunakan medsos, Kapolda juga berpesan agar jangan sembarangan masuk dalam grup apapun yang membahas teroris.

"Mohon hati-hati kepada generasi milenial. Sekarang ini menjadi persentasi cukup besar menggunakan medsos, jangan sampai ikut bergabung dalam grup apapun dan menjadi kelompok yang membahas masalah teroris, ekslusif. Saya berulang kali mengatakan sebelum kita belajar agama, belajarlah jadi manusia dulu, supaya kita sadar bahwa kita masih manusia bukan Tuhan. Ke dua kalau belajar agama, pahamilah isinya, jangan hanya luarnya saja," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh Syarial Alamsyah alias Abu Rara saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Akibat penusukan tersebut, Wiranto mengalami luka di bagian perut. Wiranto kini dirawat RSPAD Gatot Subroto di Jakarta. Polisi mengamankan pelaku beserta seorang wanita bernama Fitria. (Ril)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html