Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

3 Pembobol Toko Union Smartphone Diringkus Polda Sumut, 2 Pelaku Ditembak

Tim Redaksi: Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:06 WIB

MEDAN - Petugas kepolisian dari Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut berhasil meringkus 3 orang pelaku pembobol toko Handphone (Hp) Union Smartphone Store yang berada di Jalan Gagak Hitam, Kota Medan.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas terpaksa menembak 2 dari 3 pelaku karena mencoba melawan dan kabur saat dilakukan pengembangan kasus.

Kedua pelaku yang ditembak itu yakni, Abu Nidal (21) warga Jalan Binjai KM 8,5, Kecamatan Medan Sunggal, dan Muhammad Dimas Akbar (19) warga Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Sementara, pelaku yang tidak ditembak yakni M Naim (30) warga Jalan Sunggal Serba Setia, Kecamatan Medan Sunggal.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian Djajadi menjelaskan, para pelaku ditangkap atas laporan pemilik toko tersebut. Dalam pengaduannya, toko korban dicuri para pelaku pada Selasa (22/10/2019) sekira pukul 17.00 WIB.

Andi Rian menjelaskan kronologi kejadian berawal dari pelaku Abu Nidal bersama rekannya bernama Ilham alias Kodok bertemu dengan Dimas di warung yang berada depan toko yang hendak dicuri tersebut.

Di warung itu, Ilham mengajak Abu Nidal dan Dimas untuk melakukan pencurian terhadap toko Union Smartphone Store tersebut. Selanjutnya, Abu Nidal dan Ilham melakukan pemantauan hingga toko tutup pada pukul 23.00 WIB.

Kemudian, pada Rabu (23/10/2019) dini hari sekira pukul 02.03 WIB, Abu Nidal dan Ilham menjemput Dimas Akbar.

"Setelah bertemu, Abu Nidal menyuruh Dimas memantau situasi depan toko. Selanjutnya, Abu Nidal dan Ilham memanjat plang merk toko naik ke lantai 2 dan membuka jendela kaca yang tidak terkunci lalu masuk ke ruangan," ujar Andi Rian didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (30/10/2019).

Dari lantai 2 kemudian Abu Nidal dan Ilham menuju ke lantai 1 dengan cara merusak pintu menggunakan obeng yang sudah disiapkan. Setibanya di lantai 1, Abu Nidal menuju meja kasir dan menemukan mangkok berisi kunci lemari dan kunci pintu.

"Dari lemari, tersangka mengambil 61 unit Hp Samsung berbagai tipe. Selanjutnya, Abu Nidal dan Ilham memasukkan 61 unit Hp tersebut kedalam tas yang ditemukan di dalam toko. Setelah itu, keduanya keluar membawa Hp dari toko dengan membuka pintu toko," ungkapnya.

Setelah berhasil mencuri Hp, Abu Nidal, Ilham dan Dimas Akbar bersembunyi dengan menginap di Hotel Selayang Pandang atas pesanan M Naim, teman dari Abu Nidal.

Lalu, pada Kamis (24/10/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Ilham membawa 8 unit Hp Samsung untuk dijual. Disaat bersamaan, Abu Nidal dan Dimas Akbar pindah ke Hotel Bukit Permai diantar oleh M Naim.

"Selanjutnya pukul 07.00 WIB, M Naim meminta izin kepada Abu Nidal untuk menjual 1 unit HP Samsung A30. Pukul 14.00 WIB, Abu Nidal dan M Dimas menemui Andira Nasution di depan Lapas Tanjung Gusta dan menyerahkan 41 unit Hp untuk dijualkan," ucap Andi Rian.

Sementara, Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak menambahkan, pelaku Abu Nidal berperan ikut merencanakan pencurian. Dia juga pernah menjalani hukuman selama 2,6 tahun terkait kasus pencurian pada tahun 2017 di Jalan Sunggal.

Kemudian, pelaku M Dimas Akbar berperan sebagai joki setelah pencurian. Dimas pernah menjalani hukuman selama 2,5 tahun terkait kasus narkoba/pemakai pada tahun 2014 dengan TKP di kawasan Sunggal. Sementara, pelaku M Naim berperan sebagai kurir yang menjual HP hasil curian.

"Ilham sebagai otak pelaku yang merencanakan pencurian, dan saat ini sedang dalam pengejaran (DPO). Begitu juga Andira Nasution alias Botak (DPO). Selain itu, melakukan pencarian terhadap barang bukti lainnya," sebutnya.

Dari ketiga pelaku disita barang bukti 13 Hp Samsung berbagai tipe yang masih baru dalam kemasan, 5 unit Hp yang digunakan tersangka, 1 unit sepeda motor Honda Genio, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox BK 4799 AIA.

"Pasal yang dilanggar 363 dan Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara," pungkasnya. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html