Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kolonel Dato Syaiful Azhar Deklarasi Sebagai Balon Wali Kota Medan 2020-2025

Tim Redaksi: Sabtu, 03 Agustus 2019 | 22:15 WIB

MEDAN | Kolonel Cku Dato H Syaiful Azhar, SE, MAp, putra asli Medan kelahiran Kampong Mangga, Jalan Mayjen S Parman, No 253, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, mendeklarasikan diri sebagai salah satu bakal calon (Balon) Wali Kota Medan masa bakti 2020-2025 mendatang, di sebuah Hotel kawasan Setia Budi Medan, baru-baru ini.

Deklarasi diawali pemutaran slide dan dokumentasi riwayat hidup Dato Syaiful serta tanya jawab, juga saran dan masukan para tokoh. Acara itu dihadiri anggota DPR RI terpilih, Dato Seri Prof. DR. H. Djohar Arifin, Dr. H.M. Insya Indrawan, SE, MM, Prof. Hasnudi Miraza MSc, Waka Ikatan Keluarga Deli.

Kemudian Alumni SMANSA-UDA-SPENSA, Zaharuddin Sinaga- Sjarikat Islam, Forum Gerakan Bela Negara Sumut, Ir.Elmadon Ketaren, Alumni SMANSA-UDA-SPENSA, mewakili FKPPI, Alumni IM3I, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Utusan PAN- Golkar-Demokrat.

Kolonel Cku Dato H Syaiful Azhar, yang mengambil semboyan ‘Aman, Tertata dan Peduli’ (MANTAP) sangat berkeinginan maju sebagai Wali Kota Medan dan ingin membawa kota berpenduduk dua juta lebih ini tidak hanya sekadar hadir, tapi menjadi kebanggaan masyarakat serta sejajar dengan kota-kota besar yang telah maju di dunia.

Deklarasi yang juga dihadiri para tokoh dan ormas-ormas melayu, antara lain IKD- PPMI- GAMI- Forum Masyarakat Adat Deli (FORMAD) - Kedatuqan Soekapiring - Lasykar Melayu Hang Tuah - Laskar Hang Tuah Indonesia- Gerakan Bela Negara dan lainnya, mendapat apresiasi luar biasa para undangan yang hadir.

Dato Syaiful juga dikenal sebagai ‘telangkai handal’ dan pembawa acara pantun Melayu di Jakarta, sehingga acara yang santai itu mencair dan melahirkan berbagi ide dan gagasan agar Dato Syaiful sukses dan terpilih menjadi Wali Kota Medan mendatang.

Tak heran pula setelah deklarasi itu, nama Kolonel Cku Dato H Syaiful Azhar, menjadi sosok yang semakin ramai dan jadi pembicaraan di tiap sudut Kota Medan beberapa hari terakhir. Nama perwira TNI masih aktif ini erat dikaitkan dengan agenda politik Pilkada Medan yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang.

Tak ayal pula, masyarakat mulai menyandingkan Dato Syaiful akan cepat beradaptasi dan cepat menyesuaikan diri dengan kecepatan dan daya tanggapnya bila terpilih sebagai wali kota, karena Gubernurnya, Letjen TNI Purnawirawan, juga seorang tentara yang sudah diketahui masyarakat memiliki ide dan pemikiran cemerlang serta gaya yang tidak suka ‘bertele tele’ untuk bersinergi membangun Medan khususnya, dan Sumut pada umumnya.

Nama Dato Syaiful Azhar menggenggam gelar Sarjana Ekonomi Magister Administrasi Publik, dan merupakan putra asli Kota Medan. Ia dilahirkan di jantung Kota Medan, tepatnya di Kampong Mangga, Jalan Mayjen S Parman No 253, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru pada 2 Februari 1962 silam.

Karenanya, darah Melayu sangat kental padanya, ayahnya sendiri Datuk Heinol merupakan putra dari pasangan Datuk Haji Abdul Ghaffar dari daerah Petisah Hulu dan Suaidah berasal dari Tanjung Mulia.

Sedangkan Wan Asmah merupakan putri Melayu dari pasangan Datuk Kiraman yang tercatat dalam garis keturunan kejuruan Sunggal dan Ibunda Wan Joyah dari Petisah Hulu. Datuk Syaiful Azhar dibesarkan di Kampong Mangga, Jalan Mayjen S. Parman No 253 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru.

Lingkungan tempatnya dibesarkan dan bermain adalah tanah warisan leluhurnya. Di sana ia berbaur dengan tetangga dari berbagai suku, mulai Melayu, Batak, Minang, Karo, Aceh, Jawa, India, Tionghoa dan lain -lain.

Hasil dari pergaulan Multi Kultur ini menjadikannya seorang pria yang supel, mudah bergaul dan terbiasa menghadapi perbedaan. Di samping bergaul dengan tetangga dari berbagai suku, wilayah Kampong Mangga daerah yang dibatas depannya menghadap jalan arteri, Jalan Mayjen S. Parman dan dibelakangnya mengalir Sungai Babura.(*)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html