Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ketua Tim Penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Nasional Kunjungi Desa Buntu Pane

Tim Redaksi: Rabu, 10 April 2019 | 14:02 WIB

Ketua Tim Penilaian Lomba PHBS Nasional tahun 2019, Laksmi bersama Ketua TP PKK Asahan, Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang  saat melakukan monitoring langsung di Desa Buntu Pane.
Kisaran |Kunjungi Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan,Ketua Tim Penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Nasional tahun 2019, Laksmi menyampaikan ada 10 indikator hidup sehat, Rabu (10/4/2019) sekira pukul 11.00 wib.

Ada pun 10 indikator PHBS itu yakni, persalinan yang ditolong di fasilitas kesehatan (faskes), bayi yang diberikan Air Susu Hidup (ASI) eksklusif, rumah tangga yang menimbang bayinya, penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban, pemberantasan jentik nyamuk, makan buah dan sayur, aktivitas fisik dan anggota rumah tangga tidak merokok.

Menurut Laksmi, jika PHBS dilakukan dengan baik, maka mampu mencegah stunting (gagal tumbuh) dan dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga.

Sementara itu Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang melalui Wakil Bupati Asahan, Surya mengatakan, PHBS adalah perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi, sehingga seluruh anggota mampu menolong diri sendiri serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Bupati menuturkan, PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan, agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat.

“Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan, serta kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standard,” kata Bupati.

Ketua TP PKK Asahan, Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang mengatakan, pihaknya telah menerapkan indikator-indikator yang telah ditetapkan pada PHBS. Ini telah diterapkan pada kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Kecamatan Buntu Pane.

“Dengan diterapkannya PHBS, maka perubahan pola hidup pada keluarga menjadi lebih sehat,” ujar Winda Fitrika.

Selanjutnya acara juga diisi oleh tim penilai lomba dengan tanya jawab kepada para kader PHBS di Desa Buntu Pane. Tim penilai lomba dan Ketua TP PKK Asahan juga melakukan monitoring langsung ke rumah-rumah penduduk.

Kegiatan itu dihadir Sekda Asahan, Taufik Zainal, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa (Kades), para Ketua PKK Kecamatan, Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Asahan dan masyarakat sekitar. (rial)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html