Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Perayaan CengBeng, Jalinsum Tanjung Morawa-Amplas Dipadati Kendaraan Pejiarah

Tim Redaksi: Minggu, 31 Maret 2019 | 14:21 WIB

Perayaan CengBeng, Jalinsum Tanjung Morawa-Amplas Dipadati Kendaraan Pejiarah
Perayaan CengBeng, Jalinsum Tanjung Morawa-Amplas Dipadati Kendaraan Pejiarah


TANJUNG MORAWA | Jalan Lintas Sumatera Tanjung Morawa – Amplas macet karena dipadati kendaraan para warga pejiarah yang datang dari berbagai daerah dan Kota Medan. Antrian kendaraan sudah terjadi sejak Minggu (31/03/2019) pagi. Sedikitnya 20 personil petugas Kepolisian Satlantas Polres Deliserdang sejak pukul 07.00 wib pagi tadi telah bersiaga mengatur lalulintas di kawasan jalur kemacetan tersebut.

Vihara Setiabudi di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang merupakan salah satu tempat penyimpanan abu pembakaran mayat dan areal perkuburan etnis Tionghoa terbesar di Kecamatan Tanjung Morawa. Setiap tahun lokasi ini selalu ramai dikunjungi warga pejiarah dari berbagai daerah, kota Medan dan luar negeri.

Kasatlantas Polres Deliserdang AKP Budiono Saputro SH saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, siang ini arus Lalulintas di Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa sudah mulai lancar. Kepadatan kendaraan terjadi karena warga yang melakukan jiarah chengbeng di vihara.

“Kami sudah siaga sejak pukul 07.00 wib pagi tadi untuk menjaga arus lalulintas. Untuk mengurai kemacetan, kami menggunakan sistem buka tutup jalur. Diharapkan masyarakat yang akan menuju Kota Medan dari arah Lubuk Pakam hendaknya menggunakan jalur Tol Paluh Kemiri agar tidak terjebak kemacetan. Karena di jalinsum depan vihara, kendaraan cukup banyak. Begitu juga warga yang dari arah kota Medan hendak menuju Lubuk Pakam atau seterusnya hendaknya menggunakan Jalur Tol Amplas dan Tol Medan-Lubuk Pakam agar tidak terjebak kemacetan juga,” pungkasnya.

Ribuan pejiarah biasa melakukan kegiatan sembahyang bersama keluarga mereka di tempat tersebut. Kegiatan setahun sekali ini juga menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi warga sekitar vihara. Mereka biasanya berdagang makanan, menawarkan jasa bersih kuburan, rehap kuburan, parkir dan jasa lainnya yang membantu para pejiarah ditempat itu.

Kepadatan kendaraan pada jalur tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga minggu sore usai warga pejiarah pulang ketujuan rumah mereka masing masing. (wan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html