Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Memilukan...! Ungkapan Purnama Silaban, Istri Korban Pengeroyokan Maut di Unimed

Tim Redaksi: Sabtu, 02 Maret 2019 | 10:47 WIB

"Anakku Selalu Memanggil-manggil Bapaknya"
SEDIH:Istri korban dan kedua orangtuanya saat dijumpai di rumah duka.

MEDAN|Mendengar anaknya menanyakan dimana ayahnya sangat menyayat hati Friska Purnama Sari Boru Silaban (26).
Anaknya Jason Silalahi (3) terpaksa hidup tanpa seorang ayah akibat tewas dianiaya di kampus Unimed.

"Hati saya sangat sedih saat mendengar anakku memanggil ayahnya," ujar Purnama Silaban di kediaman mertuanya, Jl. Tangkul I Medan Tembung, Rabu (27/2/2019).

Saban hari Purnama yang kini mengandung anak keduanya hanya dibalut kesedihan. Apalagi mengingat tindakan anarkhis hingga berujung tewasnya suaminya, Fernando Silalahi.

"Mereka tak manusiawi, suamiku dikeroyok dan disiksa," tambahnya.
Purnama menjelaskan, ia tak menyangka suaminya tewas karena masih sempat ditelepon agar BPKB keretanya diantar ke Unimed.

"Saya langsung ke Unimed mengantar BPKB kereta seperti yang diminta mendiang. Namun saya dan mertuaku tak diperbolehkan masuk ke pos satpam. Alasan mereka tunggu polisi datang. Setelah polisi datang kami baru bisa masuk dan melihat bapaknya anakku ini sudah tak berdaya," jelasnya.


Purnama yakin suaminya sudah meninggal. Dan ternyata benar dari keterangan dokter di RS Haji Medan bahwa Fernando Silalahi dan temannya sudah meninggal dunia.

Purnama meminta kepada polisi agar segera menangkap pelaku lainnya. "Kami meminta pelaku lainnya agar ditangkap dan dihukum seberat beratnya," pintanya.

Ayah korban, Efendi Silalahi (57) menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Kepolisian. "Kami meminta polisi menuntaskan kasus ini dan dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya," ujarnya.

Efendi Silalahi menyayangkan sikap satpam Unimed yang bertindak anarkhis. "Itu bukan perilaku satpam, tapi manusia biadab," terangnya.

Kasus pengeroyokan maut yang menewaskan dua pria di Kampus Unimed Jalan Williem Iskandar Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan belum sepenuhnya tuntas.

Masih ada 7  pelaku pembunuhan yang masih bebas ber, dan saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Oleh karena itu, pihak keluarga korban berharap 7 pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman berat.

Diberitakan sebelumnya, hanya karena dituduh mencuri helm, dua orang pria tewas diamuk massa di seputaran Kampus Unimed Jalan Williem Iskandar Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (19/2/2019) sekira pukul 07.39 wib.

Keduanya yakni Joni Pernando Silalahi (30) warga dan Steven Sihombing (21) keduanya warga Jalan Tangkul I Kelurahan Siodorejo Kecamatan Medan Tembung.
Empat pelaku sudah diamankan Polrestabes Medan dan tujuh lainnya masih buron. (jo)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html