Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

12 Tahun Pemekaran Padang Lawas, Pemkab Konsentrasi Bangun Ekonomi dan Infrastruktur

Tim Redaksi: Rabu, 27 Februari 2019 | 15:28 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas, Arpan Nasution, S. Sos
Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas, Arpan Nasution, S. Sos
PALAS|Hampir genap usia Kabupaten Padang Lawas (Palas) pada bulan juli 2019 nanti berusia 12 tahun, setelah dimekarkan kabupaten ini dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berdasarkan undang-undang nomor 38 tahun 2007 tentang pemekaran Kabupaten Palas, tepatnya diundangkan pada tanggal 10 agustus 2007.

Di usianya yang hampir 12 tahun itu, Kabupaten Palas terus berupaya mengejar ketertinggalannya dari kabupaten lain dengan terus melakukan terobosan program kerja yang berpokus pada pembangun infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

"Dalam menjalankan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Palas yang mengusung motto Bercahaya, "Beriman, cerdas, sehat, sejahtera dan berbudaya", Pemkab Palas terus melakukan terobosan pembangunan di daerah," sebut Sekdakab Palas, Arpan Nasution, S. Sos ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (27/02/201).

"perubahan Kabupaten Palas setelah dimekarkan dari kabupaten induknya, Tapsel, tentulah sampai saat ini sudah banyak terjadi perubahan dan kemajuannya. Bisa dilihat saat ini, wajah kota Sibuhuan, yang dulunya ibukota kecamatan kini menjadi ibukota kabupaten," ujarnya.

"Begitu juga untuk menjangkau daerah-daerah di Kabupaten Palas yang sejak masa Tapsel terisolir, kini sudah dibuat pembangunan jembatan di Desa Sidongdong, Kecamatan Aek Nabara Barumun. Kini masyarakat di daerah itu, sudah terbebas dari rasa terisolir," sebutnya

"Tahun ini, pembangunan masjid agung Palas, sebagai sarana fasilitas umum yang religuus dan agamis sudah rampung dan bisa dimanfaatkan. Begitu juga dengan program pembukaan jalan tembus Palas-Madina," tambahnya.

Dengan adanya perubahan dan kemajuan di bidang pembangunan jalan dan jembatan tersebut, kata Arfan, ini merupakan upaya Pemkab Palas untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakatnya.

"Bukankah sarana jalan dan jembatan merupakan urat nadi bagi perekonomian masyarakat. Juga pembangunan jalan jalur dua dari Sisupak di Kecamatan Barumun menuju Pasar Latong di Kecamatan Lubuk Barumun," jelasnya.

Di bidang pendidikan, tambahnya, sejak tahun 2016, Pemkab Palas bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), menghadirkan kampus Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) IPB di Kabupaten Palas, yang merupakan satu-satunya Kampus IPB yang ada di Provinsi Sumut.

"Sangat membantu bagi putra putri dari Tabagsel yang ini berkuliah di IPB, sudah bisa berkuliah di PSDKU IPB Palas, tanpa harus pergi jauh ke Kota Bogor, Jawa Barat," terangnya.

Bidang ekonomi lainnya yang dikerjakan Pemkab Palas, ucap Sekda, terpenuhi beberapa sarana pasar tradisional di beberapa kecamatab di Palas, seperti pasar Pinarik, di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Pasar Siraisan, di Kecamatan Ulu Barumun, Pasar Aek Litta di Kecamatan Aek Nabara Barumun dan dan sarana Pasar Trans Aliaga di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), paparnya.

"Bidang kesenian, Pemkab Palas terus melakukan pembinaan kepada komunitas budaya Reog ponorogo bagi masyarakat suku Jawa di Kecamatan Huragi. Kesenian Reog Ponorogo itu sudah pernah kita bawa tampil ke daerah asalnya di Ponorogo, jawa Timur, beberapa waktu lalu," ungkapnya.


Demikian juga halnya pembangunan di bidang perkebunan, pertanian, tanaman pangan dan holtikultura. Pemkab Palas mendorong pertumbuhan investasi perkebunan kelapa sawit dengan berdirinya beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah Palas setelah pemekaran.

"Menggalakkan produksi kopi lokal dari Desa Siundol Kecamatan Sosopan, menjalankan program pertanian tanaman padi jagung dan kedele (Pajele) yang berkelanjutan dengan dukungan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok-kelompok petani binaan Pemkab Palas," ucap sekda.

Dengan terus digerakkannya pembangunan tersebut, Pemkab Palas beharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat Palas untuk memelihara fasilitas umum (fasum) yang terlah tersedia. "Sarana dan prasarana yang sudah dibangun oleh pemerintah, mohonlah agar masyarakat dapat menjaganya secara bersama-sama untuk kepentingan kita bersama," pinta sekda.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html