loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

184 Kantong Mayat Dievakuasi, 27 Jenazah Berhasil Diidentifikasi

Tim Redaksi: Selasa, 06 November 2018 | 19:25 WIB

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat konferensi pers di Posko Terpadu, JITC 2 Tanjung Priok


JAKARTA │Tim penyelam kembali berhasil menemukan 20 kantong jenazah pada operasi SAR hari kesembilan, Selasa (6/11/2018). Dengan penambahan tersebut, up date total kantong jenazah yang sudah diberi label oleh tim DVI dan dievakuasi ke RS sampai pukul 18.30 WIB sebanyak 184 kantong jenazah.

"Rencana operasi malam ini dan besok tetap kami laksanakan dengan fokus mencari korban," tegas Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi melalui Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat konferensi pers di Posko Terpadu, JITC 2 Tanjung Priok.

Dari lokasi pencarian siang tadi, tim SAR masih bersemangat melaksanakan operasi SAR. Dari pantauan udara terlihat jelas, Kapal Victori milik Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beam Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, Ping Locator, Differential Global Positioning System (DGPS), dan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) itu sandar menggunakan 4 jangkarnya.

Kapal inilah yang menjadi titik sentral operasi pencarian dan mengcover area prioritas 1, yaitu pencarian di bawah laut. Kapal tersebut dikelilingi Rubber Boat (RB) atau perahu karet sebagai point atau titik-titik spot penyelaman oleh tim penyelam gabungan dari Basarnas, Denjaka, Kopaska, Taifib, Dislambair TNI AL, Brimob, Indonesia Diver Rescue Tim, POSSI, dan lainnya.

Sementara pada sektor atau prioritas 2, terlihat puluhan kapal dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan, masih melakukan pencarian di atas permukaan.

Tindak hanya itu, tim SAR yang ada di Posko Tanjung Pakis, juga masih melaksanakan penyisiran atau penyapuan di sepanjang garis perairan tersebut untuk mencari dan mengevakuasi korban yang terbawa arus.

TIM DVI Polri Kembali Berhasil Identifikasi 13 Jenazah

Secara terpisah, Manajemen Lion Air kembali menginformasikan perkembangan terbaru sehubungan penanganan kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI) hari ini, Selasa (6/11/2018) memberikan konfirmasi hasil identifikasi 13 jenazah.

Ke-13 nya masing-masing, Rudolf Petrous Sayers (laki-laki), Eka Suganda (laki-laki), Fifi Hajanto (wanita), Hendra (laki-laki), Dede Anggraini (wanita), Vera Junita (wanita), Restia Amelia (wanita), Eryanto (laki-laki), Reni Ariyanti (wanita), Muhammad Ravi Andrian (laki-laki), Niar Ruri Sunarniat Soegiyono (laki-laki), Sudibyo Onggowardoyo (laki-laki) dan Mito (laki-laki).

Konfirmasi tersebut disampaikan pada Senin (5/11/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI.

Lion Air malam ini secara resmi menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto.

Total identifikasi hingga sekarang yaitu 27, pada Minggu (04/ 11) Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama (laki-laki), Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki). Sabtu (03/ 11) atas nama Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki) dan Endang Sri Bagus Nita (wanita). Pada Jumat (02/ 11) Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) serta (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita).

Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan. Dalam hal ini, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu Rp 1.250.000.000 ditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4.000.000, namun untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50.000.000.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. (red)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html