loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Pansus DPRD Batubara Kunjungi DPRD Langkat

Tim Redaksi: Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:22 WIB

Pansus DPRD Batubara Kunjungi DPRD Langkat


 LANGKAT-Kesamaan kultur antara Kabupaten Batubara dengan Kabupaten Langkat membuat Panitia Khusus (Pansus) DPRDBatubara berkunjung ke DPRD Langkat. Kunker itu dalam rangka menggali informasi terkait pembuatan Peraturan Daerah Pakaian Tradisional di Kabupaten Batubara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus Ranperda Inisiatif DPRD Batubara Nafiar, S.Pd, M.Si dihadapan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Langkat Makhruf Ritonga, SE yang menerima kunjungan kerja tersebut beberapa waktu yang lalu.

“Kami melihat di Langkat setiap Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Langkat, Kepala Daerah, anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakatnya memakai pakaian adat melayu teluk belanga,” sebut Nafiar yang diterima di ruang rapat BPPD yang didampingi Wakil Ketua Pansus Fahmi, SH dan Sekretaris Pansus Citra Muliadi Bangun, SE beserta anggota, Jumat (12/10).

Makhruf Ritonga yang telah dua periode menjabat sebagai Ketua BPPD, menjelaskan bahwa secara regulasi dalam peraturan daerah untuk memakai pakaian melayu belum ada, namun baru kami tuangkan dalam Tata Tertib DPRD Langkat yang mengatur berpakaian melayu bagi anggota DPRD pada Hari Jadi Kabupaten Langkat.

Namun pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH setiap tahunnya juga menginstruksikan kepada ASN agar memakai pakaian melayu sebelum pelaksanaan Hari Jadi Langkat, lanjut Makhruf menjelaskan.

Saat ini kami telah memasukkan Ranperda Penggunaan Pakaian Adat Melayu pada Hari Tertentu di Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Langkat tahun 2019.

“Karena Langkat dulunya wilayah kesultanan, jadi dimana bumi di pijak disitu langit di junjung,” ungkap Makhruf yang juga mencalonkan sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara tahun 2019.

Rencananya dengan Perda tersebut, di hari Jum’at kami akan terapkan pemakaian baju melayu teluk belanga dan terutama pada hari-hari besar lainnya.

“Diharapkan Perda itu akan membuat anak cucu kami di Langkat mengetahui dan paham bahwa asal usul Langkat itu melayu,” pungkas Makhruf. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html