loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Bupati Soekirman Buka Sosialisasi P2KTD

Tim Redaksi: Jumat, 28 September 2018 | 15:34 WIB


Foto bareng
SERGAI,- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui PMD menggelar Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Data (P2KTD) Dukung Program Inovasi Desa (PID) dan Rapat Tim Inovasi Kabupaten (TIK), Kamis (27/9) di Aula Theme Park Kecamatan Pantai Cermin.

Turut dihadiri Bupati Sergai Ir H Soekirman (membuka acara), Staf Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dita Indah Sari, Plt. Asisten Pemerintahan Umum Drs. Herlan Panggabean, narasumber dari Konsultan Pendamping Wilayah Provsu Erwin, Kabag Organisasi Patricia Banjarnahor, Camat se-Kabupaten Sergai, perwakilsn OPD, Tenaga Ahli Pendamping Desa Erdian Wirajaya, serta pendamping desa se-Sergai.

Dalam sambutan Bupati Soekirman sekaligus membuka acara megapresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi P2KTD dalam program inovasi desa ini yang dapat mewujudkan kegiatan pembangunan desa inovatif dan lebih berkualitas. Selain itu juga dapat membantu Pemerintah Desa dalam menyediakan layanan teknis yang dibutuhkan desa.

Dengan adanya Tim Inovasi Kabupaten TIK dan peran serta Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), yang berbasis di kecamatan, maka akan dapat lebih terkonsolidasi dalam mempercepat pelaksanaan PID di Tahun 2018 ini.

Inovasi desa harus ada pendampingnya, karena pengalaman saja tidak cukup, untuk menerapkan dan menjalankannya diperlukan pendampingan teknis. Seperti contoh desa-desa yang telah inovatif misalnya suatu desa di Kediri yang mendapat julukan “Desa Bahasa Inggris” yang awalnya hanya desa terpencil kurang dikenal sebagai tujuan wisata, kata Bupati.

Lanjut Bupati Soekirman, seiring adanya inovasi membuka 150 kursus bahasa Inggris didesa tersebut. Hal yang kurang masuk akal mengingat desa tersebut mayoritas berbahasa daerah Jawa. Namun saat ini dampaknya semua orang di desa tersebut telah menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dalam kesehariannya. Maka hasilnya sekarang desa tersebut menjadi tujuan wisata belajar bahasa Inggris dari wisatawan dari seluruh Indonesia yang menjual paket wisata kursus bahasa Inggris dengan sensasi masyarakat berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris.

Saya merasa seperti inilah yang disebut inovasi, dari tidak ada menjadi ada, dari modal kecil namun dengan kemauan keras, maka hasil yang dicapai sungguh luar biasa, ujarnya lagi.

Kemudian ada suatu desa yang mengelola bekas kolam renang tak terpakai, kemudian dikelola BUMDes dengan berbagai inovasi unik, sekarang usaha tersebut sangat maju dan beromset miliaran rupiah setiap bulannya, tambahnya.

Untuk itu Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk berkhayal tinggi dalam arti positif guna menciptakan inovasi-inovasi seperti yang dicontohkan diatas. Kita saat ini memiliki berbagai usaha inovatif yang bernilai ekonomi baik, namun kurangnya inovator yang menginisiasi semuanya sehingga kurang terkelola dengan baik dan sesuai harapan desa yang inovatif.



Potensi daerah semua sudah ada, hanya tinggal butuh komitmen masyarakat serta inovator agar dapat mengemas semuanya dalam bentuk yang menarik. Ekonomi kreatif harus bisa masuk dari segala lini yang potensial misalnya musik, pariwisata, UMKM, jasa, kuliner serta lainnya.



Biarlah semua daerah di Sumut belum inovatif, yang penting kita duluan menjadi daerah yang memiliki desa inovatif, hal yang bukan hanya mimpi, namun saya optimis dapat kita wujudkan, ucapnya.



Bupati Soekirman berharap PID yang dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa tersebut dapat memberikan out come kepada desa dan diorentasikan untuk memenuhi pencapaian target RPJM Kemendesa PDTT dan merupakan program prioritas Menteri desa PDTT.



Staf Kemendesakan PDTT Dita Indah Sari dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu Program Inovasi Desa (PID), Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa dalam penyelenggaraan pembangunan dalam perspektif desa membangun yang masih terbatas.

Memang untuk mengurus desa, inovasi dan kreasi menjadi sangat penting disamping kewajiban mengelola dana desa sesuai aturan yang berlaku.

Dana desa selain merupakan berkah karena dapat dipergunakan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus bencana jika salah menggunakannya. Tanggung jawab kita akan semakin besar seiring semakin besarnya dana desa yang diterima, ungkapnya.

Ditambahkannya, kita semua setuju bahwa kaum ibu dan perempuan di desa harus ditingkatkan kemampuan dan keterampilannya karena pemberdayaan perempuan sangat berpotensi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

Program Inovasi Desa ini ditargetkan semua desa untuk dapat sharing dan berbagi inovasi melalui komunikasi guna mencapai tujuan bersama yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kami sangat mengapresiasi kepada para pendamping desa yang telah bekerja dengan sangat baik menjalankan komitmen bersama meningkatkan perekonomian masyarakat desa tempatnya bertugas. Selain itu juga diharapkan para kepala desa dapat memanajemen dana desa dengan sebaik mungkin, jangan sampai ada yang nombok, bahkan terjerat hukum karena salah mengelola, ujarnya.

Sebelumnya Kadis PMD Drs. Dimas Kurnianto yang diwakili oleh Sekretaris Deni Suganda, S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mulai 27 hingga 30 September 2018. Kegiatan sosialisasi ini menjelaskan pentingnya P2KTD dalam pelaksanaan UU Desa, serta mempersiapkan profil P2KTD dalam mendukung PID, simulasi bursa inovasi desa, serta pengendalian dan konsolidasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) di setiap TPID.

Kita berharap dapat merumuskan langkah–langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan Program Inovasi Desa, paparnya.(YR)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html