Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Menutup Pintu Jalur Narkoba Melalui Laut, Penegak Hukum Tingkatkan Pengawasan & Intelejen

Tim Redaksi: Kamis, 23 Agustus 2018 | 18:19 WIB

AKBP Untung Sangaji
BELAWAN - Maraknya penyelundupan narkoba melalui jalur laut, penegak hukum terus melakukan pemantapan pengawasan dan intelejen secara manual dan teknologi.

 Demikianlah dikatakan, Wadir Polair Polda Sumut, AKBP Untung Sangaji, Kamis (23/8). Dijelaskan perwira dua bunga emas malati ini, penyelundupan barang berbahaya khususnya narkoba, merupakan prioritas dalam penindakan yang mereka lakukan.

 Untuk mencegah dan menindak masuknya barang ilegal seperti narkoba melalui jalur laut, pihaknya terus melakukan patroli rutin di berbagai wilayah perairan yang dianggap rawan.

 Selain patroli rutin, pihaknya melakukan pemantapan pengawasan dan peningkatan intelejen secara manual dan teknologi. "Kita sudah petakan, dimana kawasan perairan rawan, itu terus kita awasi terhadap kapal - kapal yang mencurigakan," terang Untung.

 ‎Mengenai pelabuhan ilegal, kata orang nomor dua di Ditpolair Polda Sumut ini, untuk Sumatera Utara banyak pelabuhan kecil atau ilegal, masalah pelabuhan non resmi sudah masuk tahap pembahasan dengan stakholder di beberapa daerah di Sumatera Utara.

 ‎"Kita selama ini, terus berkordinasi atau bersinergi dengan penegak hukum lain, untuk memantau keluar dan masuknya kapal dari luar negeri. Dengan cara itu, kita bisa mengecek barang - barang mencurigakan," kata Untung.

 Sementara itu,  Kepala Deputi Pemberantasan ‎BNN, Irjen Pol Drs Arman Depari mengakui, penyelundupan narkoba berskala internasional kembali marak masuk ke wilayah Indonesia.

AKBP Untung Sangaji
 Dikatakannya, masuknya narkoba yang kini menjadi perhatian serius bagi seluruh rakyat Indonesia, umumnya masuk melalui jalur laut dari beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Kalimantan dan Sulawesi.

 Proses penyelundupan dilakukan para mafia, biasanya menggunakan jalur strategis melalui jalur tikus atau pelabuhan ilegal yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

 "Kita sudah mengevaluasi jalur - jalur ilegal, kita sudah bicarakan dengan Aspam TNI AL bersinergi dengan penegak hukum lain untuk mengatasi jalur ilegal. Kita juga akan kordinasi dengan pemerintah daerah setempat," sebut Arman Depari.

 Dikatakan jenderal berambut gondrong ini, pihaknya akan terus bekerja keras mengatasi penyelundupan narkoba melalui laut, karena selama ini laut menjadi langkah strategis bagi para bandar untuk memasok narkoba ke Indonesia.

 "Kita akan terus tingkatkan kerja sama dengan APMM Malaysia, agar bisa bersinergi menerima informasi masuknya narkoba ke Indonesia melalui jalur laut," kata Arman Depari‎. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait