loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Dituding Pungli, Kasek MAN 4 Martubung Didemo

Tim Redaksi: Selasa, 07 Agustus 2018 | 19:31 WIB

Dituding Pungli, Kasek MAN 4 Martubung Didemo

MEDAN UTARA- Diduga melakukan pengutipan liar (Pungli), ‎Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Aliyah Negeri Persiapan (MAN) 4, Nurkholidah Lubis didemo sejumlah siswa di halaman sekolah di Jalan Perumnas Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (7/8) pagi.

 ‎Unjuk rasa sekaligus menggelar zikir bersama yang dilakukan siswa, turut dihadiri alumni dan wali murid. "Kita minta, copot kepada sekolah‎. Kita tidak mau dipimpin orang yang zolim dan rakus," teriak orasi di depan sekolah.

 Pengunjuk rasa mendesak agar Kepala Sekolah MAN 4 untuk segera dicopot dari jabatannya. Karena telah menyelewengkan dana pengutipan uang baju dan pengutipan lainnya.

 Mereka mendesak agar, penyelewengan dana itu untuk segera diusut. Karena, sangat merugikan seluruh murid dan orang tua.

 "Kami hanya meminta, agar masalah ini segera diselesaikan. Bayangkan saja, uang baju batik dikutip pada tahun 2017, hingga kini bajunya tidak ada, makanya kami dari ikatan alumni mendesak agar ini untuk segera dituntaskan," kata Taufik salah satu alumni.

 Para pengunjuk rasa terus berteriak meminta agar orang nomor satu di MAN 4 untuk turun dari jabatannya. "Ayo, turunkan kepada sekolah, kami tidak mau dizomili," teriak para siswa.

 Di sela - sela orasi itu, orang tua murid tak mau menyebutkan namanya, mengatakan, agar kasus pengutipan liar itu, segera ditanggapi penegak hukum, karena sangat mengganggu proses belajar anak di sekolah.

 "Kalau memang sudah terbukti, kita minta agar penegak hukum untuk segera turun melakukan penyelidikan, jangan sempat anak - anak kami terganggu belajar," kata pria berusia 48 tahun ini.

 Orasi yang berlangsung damai itu, mendapat pengawalan dari pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon.

 Kepala Sekolah MAN 4, Nurkholidah Lubis dikonfirmasi langsung mengatakan, pengutipan uang yang berjalan selama ini, adalah keputusan dari Kementrian Agama. Jadi, dirinya tidak bisa menjawab tuntutan para siswa.

 "Yang jelas, saya minta pertanggung jawaban ke Kementrian Agama, masalah ini saya tidak punya kuasa. Yang jelas, jangan zolimi saya. Saya minta Kementrian Agama untuk kondusifkan masalah di sekolah ini, yang jelas saya tidak bersedia turun, karena saya tidak ada pungli. Saya siap pertanggung jawabkan dunia akhirat," cetus Nurkholidah. (mu-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html