Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dandim 0212/TS Pemateri di Acara Kuliah Umum Pekan Perkenalanan Ponpes "PEMADU" Paluta

Tim Redaksi: Rabu, 01 Agustus 2018 | 17:45 WIB

Komadan distrik militer O212/Tapanuli Selatan (Dandim 0212/TS) Letkol (Arm) Azhari S.Ip hadiri dan berperan sebagai pemateri di acara Kuliah Umum pekan perkenalan Pondok Pesantren Madrasah Darul Ulum Al Hasymiah (PEMADU) Rabu,(1/8/2018) di Gedung aula serba guna Ponpes PEMADU desa sipaho kecamatan halongonan,kabupaten padang lawas utara (Paluta)


Kedatangan Dandim 0212/TS Letkol (Arm) Azhari,S.Ip ke Pondok PEMADU sekitar jam 10.30 Wib pagi tersebut tampak di dampingi oleh Perwira penghubung Paluta Mayor (Arm) Hasran Harahap,Koramil 05 Padang bolak Kapten (Czi) Pahlawan Nasution dan Tokoh Masyarakat Paluta H.Awaluddin Harahap serta puluhan personel TNI lainnya.


Dalam kesempatan itu,rombongan personel  Komando distrik militer (KODIM) 0212/TS tampak di sambut hangat oleh Pengurus yayasan pondok PEMADU yakni,Istri pendiri yayasan PEMADU Hj.Sofiah Harahap,Pimpinan pondok  PEMADU H.Awaluddin Habibi Siregar,M.A,Direktur Pondok PEMADU Abdul Mutholib Siregar,S.pd,kepala Madrasah aliyah pondok PEMADU,kepala Madrasah tsanawiyah pondok PEMADU dan seluruh guru dan staf pendidik ponpes PEMADU serta ratusan santri dan santriwati pondok PEMADU .


Direktur Pondok PEMADU Abdul Mutholib Siregar,S.pd dalam sambutannya di awal acara menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dandim O212/TS Letkol (Arm) Azhari,S.Ip dan rombongan serta Tokoh Masyarakat Paluta dan para tamu undangan lainnya.


Selanjutnya di acara sesi petama,Pimpinan pondok PEMADU H.Awaluddin Habibi Siregar menyampaiakan cerita singkat sejarah awal berdirinya Yayasan Ponpes PEMADU dan visi dan visi misi Ponpes PEMADU serta tujuan mengundang Dandim 0212/TS sebagai pemateri diacara kuliah umum pada pekan perkenalan podok PEMADU Babak II tahun 2018.


Diceritakannya,sejarah Pondok PEMADU di dirikan pada tahun 1971 oleh Ayahandanya H.Salman Paris Siregar di pedalaman di dusun Suka rame salah satu anak desa sipaho yang berjarak sekitar 5 Km dari lokasi yang sekarang.


"Saat itu namanya masih Pondok "Padu" (pesantren Al Hasimyah darul ulum),namun kemudian namanya di tambah pada tahun 1984 dengan kata Modren terinspirasi dari nama pondok psantren modren Gontor di jawa, setelah keponakan ayah saya namanya bayo angin  pulang dari ponpes gontor,keponakan ayah saya ini adalah salah satu murid dari tiga murid yang menimbah ilmu di awal berdirinya pesantren ini dan sengaja ia kirim untuk menimbah ilmu ke pondok psantren modren Gontor di tanah jawa"jelas Awaluddin.


Selanjutnya, Awaluddin menceritakan pada tahun 1994 pondok psantren tersebut di pindahkan ke pingir jalan lintas sumatera (Jl Raya Gunung tua - Langga Payung Km 22) yang masih wilayah desa sipaho,yang bertujuan  tujuan untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.


"Seluruh santri  dan alumni pondok psantren ini harus tahu sejarah berdirinya pondok PEMADU"ungkap Pimpinan pondok psantren PEMADU yang memiliki ribuan santri dan Santriwati ini.


Di acara sesi terakhir Dandim 0212/TS Letkol Arm Azhari,S.ip Memperkenalkan diri dan menyampaikan materi pokok bahasan kuliah umum pada pekan perkenalan Pondok PEMADU, antara lain pokok materinya menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada santri dan santriwati Ponpes PEMADU.


Dalam kesempatan itu Dandim 0121/TS  juga mempertontonkan film yang berjudul "jiwa nasinalisme seorang anak di perbatasan RI-Malaysia".dalam film tersebut Menceritakan tentang jiwa nasioanlisme seorang anak nusantara di perbatasan RI- Malaysia ketika melihat kain berwarna merah putih dijadikan warga malaysia sebagai pembungkus dan alas dagangan.


Setelah menyampaiakan materi paparan dengan media memutar berbagai judul film nasional yang memiliki erat dengan wawasan kebangsaan,Dandim juga  menceritakan  berapa  kisah sejarah berdirinya NKRI yang tak terlepas dari peran para Ulama dan Santri.


"Anak anak kami santri PEMADU, perlu saya samapaikan dalam kesempatan ini,Berdirinya negara kita indonesia tidak terlepas dari peranan ulama dan santri"Ungkapnya di akhir penutupan penyampaian materi. (GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait