loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

BIADAB…! Anak 13 Tahun Diperkosa Ayah dan Abang Kandung Serta Pamannya

Tim Redaksi: Senin, 30 Juli 2018 | 22:24 WIB

Korban (membelakangi) saat memberi keterangan
Langkat – Tragis, kembali terjadi di Kabupaten Langkat seorang anak perempuan diperkosa ayah dan abang kandung serta pamannya.

Peristiwa bejad dan biadap tersebut terjadi di Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat. Dan ironisnya Melati (nama disamarkan,red) diperkosa berulang kali oleh ayah kandungnya JM (33) bersama AR (17) serta SR (50) paman Melati.

Peristiwa mengenaskan tersebut terungkap setelah Melati anak perempuan berusia 13 tahun menceritakan yang dialami kepada seorang ibu rumah tangga inisial LN (47) warga Kec.Padang Tualang Kab.Langkat, di rumahnya, Jumat (27/7) lalu.

LN  bersama Kepala Dusun Bangku Sembiring dan Polmas Setiking Bleker (61) yang mendampingi Melati melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Langkat, mengatakan kepada jurnalis di Stabat – Langkat, waktu itu dirinya memanggil Sekar saat akan pergi sekolah, lalu Sekar menceritakan semua peristiwa pemerkosaan yang dialaminya.

“Setelah saya mendengar pengkuan dari Sekar, saya langsung melaporkan kepada perangkat Desa dan Polmas," tuturnya.

Kepada jurnalis Melati mengungkapkan dirinya telah berulangkali diperkosa di didalam kamarnya, siang dan malam hari, bahkan pernah saat akan pergi kesekolah. Perlakuan biadap tersebut diakui Melati  dilakukan oleh ayahnya JM dan AR Abang kandungnya serta pamannya SR .

“Kalau mau diperkosa, saya dicekik lehernya, sama mulut dibungkam, lalu diancam akan dibunuh jika cerita sama orang, baik saat diperkosa ayah, abang dan paman.Teriak, rasanya percuma tidak ada yang dengar, soalnya dibungkam,”tutur Melati dengan Isak tangis usai melaporkan pemerkosaan yang dialaminya di Polres Langkat,Senin (30/7).

Lanjut  anak perempuan 13 tahun yang kini tinggal bersama ibu tirinya, dirinya pertama kali diperkosa oleh abang kandungnya setahun yang lalu, sebab abangnya terpengaruh film. Akibat perbuatannya itu, AR abng kandungnya sempat kabur dari rumah beberapa bulan  diusir warga, namun kembali lagi kerumah dan mengulangi perbuatan biadapnya.

“Setelah pulang, dia (AR,red) perkosa lagi,  ayah dan paman ikut-ikutan, meskipun tidak sama waktunya.Setiap harinya, secara bergantian saya diperkosa oleh mereka seperti digilir, hanya saja tidak satu waktu,”jelasnya menahan tangis.

Bahkan, diakui Melati suatu ketika dirinya pernah melakukan perlawanan, kerana sudah tidak sanggup menahan sakit dikemaluan, saat akan diperkosa abangnya pada waktu siang hari.

“Saya berhasil lari keluar, setelah abang  membuka pakaian saya, saya lari hingga halaman rumah tampa mengenakan pakaian,berteriak minta tolong, tak ada yang nolong, karena rumah agak jauh dari tetangga”katanya dengan nada lirih penuh sesal.

Lebih mengenaskan lagi, kelakuan bejad AR tidak hanya pada dirinya, juga menimpa adik Melati yang masih berusia 4 tahun, bahkan belum AR menghamili tunanganya.

“Melati (nama samaran,red) pun beberapa kali pernah liat, abang masukin jari tanganya ke kemaluan adik,” ungkapnya.

Menanggapi peristiwa mengenaskan  yang sailani Melati, Koordinator  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  Kab.Langkat  Ernis Safrin Aldin yang men damping Melati  melapor ke Polres Langkat, menyatakan, hari Jum’at (30/7) sekira pukul 10:00 WIB telah membuat laporan terkait kasus pencabulan anak dibawah umur ini.

“AR abang kadung korban telah ditangkap warga pada pukul 4 pagi tadi dikediamanya, dan kini telah diserahkan ke Polres, sekitar pukul 13:30 SR Paman korban juga telah berhasil ditangkap oleh Satuan Reskim Polres Langkat,”papar Ernis fiddling Mala dan Yeni dari P2TP2A.

Sembari menambahkan, rencananya jika berkenan Melati akan ditempatkan di rumah panti asuhan Baznas Langkat,dengan maksud agar lebih diperhatikan.

Sementara Kasat Reskim Polres Langkat AKP Firdaus saat dikonfirmasi jurnalis melalui telefon seluler, membenarkan kasus tersebut.(lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html