loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

TPID Pemkab Langkat Sidak Pasar Jelang Lebaran

Tim Redaksi: Rabu, 06 Juni 2018 | 16:34 WIB

TPID Pemkab Langkat Sidak Pasar Jelang Lebaran




LANGKAT-Pemerintah Kabupten Langkat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat melakukan sidak pasar, menjelang Ramadhan, dipasar tradisonal Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Rabu (6/6/2018).

Hal tersebut berasarkan SK Bupati Langkat No. 563 /SP/Ekon/2018 dalam ranggka mengantisifasi produksi, ketersedian pasokan dan kelencaran kebutuhan bahan pokok  di Kabupaten Langkat dalam rangka menjelang datangnya hari raya idul fitri 1439 H, serta mengecek bahan makanan yang mengadung zat kimia  berbahaya di konsumsi.

Sidak kali ini dipimping oleh Kabag Perekonomian Setdakab.Langkat H.Sutrisu Anto, beranggotaan  Kabid Ketahanan Pangan  Dinas Pertanian dan Ketapang Ir.Aman Purba, Kabid Yankes Dinas Kesehatan dr.M.Arifin Sinaga, Kasubag SDA dan BUMD pada bagian perekonomian  Setdakab.Langkat  Ponijo. SE, Kasi perdagangan dalam negeri Dinas Perindag, Syahrl Efenddy, KASUBAG Penerbitan dan pameran Diskominfo Sukiman, Kasubag Umum dan Aset Dinas Kelautan dan Perikanan Kodir S.Sos,  Staf bagian perekonomian Setdakab.Langkat Abdul Halim S.Sos.

Dijelaskan H.Sutrisu Anto Dari hasil sidak tersebut  disimpulkan, pesedian dalam menyambut hari raya idul fitri 1439 H  persedian bahan pokok  dinilai  cukup tersedia  hingga menjelang hari raya idul fitri. Sedangkan harga sembakonya masih stabil dan terjangkau,  kemudian untuk minat daya beli masyarakat diakui memang meningkat menjekang lebaran kali ini.

“Kalau harga sembako yang naik tidak ada termasuk Gas Elpiji 3 kg harganya masih stabil yaitu Rp.20.000 pertabung dan harga daging  sapi murninya Rp.120 ribu perkilo,  kalau turun ada yaitu cabe merah kriting  dari Rp.18 ribu perkilo kini Rp.12 ribu perkilo, cabe hijaunya Rp.14 ribu perkilo kini menjadi Rp.12 ribu, selanjutnya ikan gembung basah kini Rp35 ribu perkilo dari sebelumnya Rp.55 ribu perkilo, dari sayuran hanya wortel yang turun seribu rupiah perkilonya dari harga sebelumnya Rp. 6 ribu,” paparnya. 

Selain itu, sambung dr.M.Arifin Sinaga, ada juga pengambilan  sempel dari beberap jenis makanan dari pasar, untuk di periksa di laboraturium Dinkes, guna mengetahui ada tidaknya mengadung zat kimia berbahaya. “Hasilnya belum ada saat ini, karena masih diperiksa di Lab,” jelasnya. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html