Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Hari Ananda Berikan Bantuan dan Rujuk Anak Korban Kebakaran

Tim Redaksi: Jumat, 08 Juni 2018 | 14:52 WIB


Sergai,-  Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai Fraksi PPP, Hari Ananda,S.Pd,MSP didampingi Camat Teluk Mengkudu Muhammad Fahmi, S.STP memberikan bantuan kepada keluarga korban kebakaran di Dusun Payanibung I Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (8/6/2018) pagi.

Menurut pantauan wartawan, Anggota DPRD Sergai Hari Ananda memberikan tali asih berupa uang tunai dan Camat Teluk Mengkudu Muhammad Fahmi memberikan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Riwayani (45) yang merupakan istri dari Eriadi (48) yang akrab disapa Mangun mengalami meninggal dunia dengan kondisi terbakar di sebahagian tubuh.

"Terimakasih banyak pak ya,"ujar Ibu dari 4 anak itu sembari menangis.


Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Sergai Fraksi PPP, Hari Ananda mengucapkan turut berdukacita dan prihatin melihat musibah kebakaran terhadap warga Desa Sei Buluh dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar kiranya tetap tabah dalam menghadapi musibah tersebut.


"Saya berharap keluarga korban harus tetap bersabar, tetutama ibu Riwayani harus tetap tegar dan semangat karena juga akan menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya," ucapnya.


Selanjutnya Hari Ananda langsung merujuk, Heru Andika Ramadhan (20) anak dari pasangan Riwayani dan Eriadi yang juga saat kebakaran itu terjebak namun bisa menyelamatkan diri, sehingga mengalami luka bakar bagian kaki sebelah kiri dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sultan Sulaiman,Sei Rampah.


"Hari ini, anak korban yang terkena luka bakar itu akan kita bawa ke RSUD Sultan Sulaiman guna mendapatkan perawatan berikut mengurus semua berkasnya,"tutup Hari Ananda.


Sementara itu Camat Teluk Mengkudu Muhammad Fahmi kepada wartawan mengatakan atas nama pihak pemerintah kecamatan Teluk Mengkudu turut berdukacita atas musibah yang dialami masyarakat nya kemudian untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran karena dibalik cobaan yang diberikan Allah SWT akan ada hikmah nantinya.


"Jangan nilai dari harganya, semoga bantuan ini bermanfaat dan kita akan tetap berupaya guna meringankan keluarga korban kebakaran tersebut,
ungkapnya.

Menurut pengakuan Heru, anak korban pada saat kejadian Kamis (9/06/2018) sekira pukul 11.45 langsung menyelematkan diri lari keluar rumah kondisi kaki kiri terbakar sambil berteriak meminta tolong, sedangkan almarhum ayahnya (Eriadi) berupaya memadamkan api sambil menyelamatkan barang, oleh karena api makin membesar dan membakar pintu kayu sehingga tidak bisa keluar untuk menyelamatkan diri.

"Ayah udah gak bisa keluar, api mulai membesar langsung terbakar," jelasnya.


Sebelumnya, menurut informasi dari Sapnil (68) warga setempat dan pihak kepolisian menyebutkan peristiwa ini berawal korban yang berada di rumah lagi mempersiapkan dagangan minyak bensin literan/botolan, pada waktu yang sama anak korban Heru Andika sedang membungkusi tempe dengan cara membakari plastik pembungkus menggunakan lilin.



Ternyata saat korban menuangkan minyak bensin dari deregen ke beberapa botol Aqua persis dibelakang anaknya, tiba-tiba uap minyak tersebut menyambar api lilin sehingga minyak bensin yang ada di deregen dan botol aqua terbakar berserakan bersama api berkobar membakar benda yang ada diruang dapur bangunan permanen tempat pembungkusan tempe.



Korban baru keluar dengan bantuan warga, namun kondisinya sudah tidak bernyawa lagi. Korban meninggal dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuh, terang Sapnil.(yr)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait