Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

ERAMAS Kalah Telak Melawan DJOSS

Tim Redaksi: Rabu, 27 Juni 2018 | 00:23 WIB


DPD KNPI Kota Medan Hapus Jajak Pendapat di Facebook


Jajak pendapat berupa angket untuk netizen pengguna media sosial Facebook yang digelar oleh laman Facebook DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan, dengan objek pilihan ERAMAS dan DJOSS berakhir anti klimaks, dimana survey tersebut tiba-tiba hilang dari laman, diduga karena dihapus oleh pembuatnya, Selasa (26/6) sekitar pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya, DPD KNPI Kota Medan yang di profilnya terpampang foto El Adrian Shah, sepupu calon wakil gubernur Sumut nomor urut 1, Musa Rajek Shah, selaku Ketua, dan Edi Saputra ST selaku Sekretaris, sejak Senin (25/6/2018), pukul 17.52 wib, menggulirkan jajak pendapat, "Tentukan PILIHAN saudaraku, Unt Menetukan Masa Depan SUMUT. Caranya Gampang, Pencet Salah #Satu GAMBAR CALON dibawah ini:"

Informasi diperoleh dari pegiat media sosial Medan, Eko Marhaendy, 8 jam menjelang berakhirnya angket ini, ERAMAS dipilih oleh 57% dari 1.200 pemilih, sementara DJOSS 43%.

"Namun semakin viralnya jajak pendapat ini, para pengguna media sosial Facebook yang merupakan kelas intelektual cerdas tampaknya mulai menampilkan pilihan rasionalnya. Hanya 6 jam sebelum jajak pendapat berakhir, DJOSS berbalik unggul menjadi 55% dengan voters sekitar 1.800 netizen," terang Eko, Selasa sore.

Semakin mendekat waktunya berakhir, DJOSS makin disukai netizen. 5 jam menjelang penutupan, DJOSS meraih 57% dari 4.000-an pemilih. "Ini tentunya jumlah yang sangat besar dibandingkan responden lembaga-lembaga survey yang hanya mengakumulasi pandangan 800-an responden," ungkap alumni UIN Sumatera Utara ini.

Sementara pegiat sosial lainnya, Khairunisa menyatakan bahwa ketika angka 57% untuk kemenangan DJOSS bertahan hingga satu jam lamanya, tiba-tiba angket tersebut hilang, raib. Hal ini tampak dari screenshot yang dikirimkan Khairunisa pada media ini.

Terpisah, Muhammad Asrul, seorang netizen yang sebelumnya mengikuti jajak pendapat tersebut tak dapat menutupi kekesalannya karena dihapuskannya jajak pendapat tersebut oleh DPD KNPI Kota Medan. "Ini jelas menunjukkan bahwa tim ERAMAS hanya siap menang, tidak siap kalah. Sama sekali tidak punya kompetensi, baik pemimpin maupun tim horenya," ujar Asrul.

Belum diperoleh tanggapan resmi dari KNPI Kota Medan terkait peristiwa ini. HP para pimpinan KNPI kota Medan di nomor 0811610xxx dan 08116028xxx bernada sibuk.(hendra)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait