loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Berbagi dengan Janda dan Anak Yatim, Djarot Ajak untuk Selalu Bersyukur

Tim Redaksi: Rabu, 13 Juni 2018 | 10:24 WIB


Medan - Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat menggelar acara syukuran yang dirangkai dengan acara buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Kartini Medan, Selasa (12/6/2018) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Hukum dan HAM RI, Yassona Laoly, Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus, Anggota DPR RI sekaligus politikus PDIP Trimedya Panjaitan, jajaran pengurus PDIP lainnya, Ustaz Thamrin Munthe serta para dai dan daiah maupun anak-anak yatim.

Dalam sambutannya, Djarot mengatakan, acara ini sebagai syukuran hari ulang tahun istrinya, Happy Farida Djarot. Bukan hanya ini saja, melainkan setiap hari mereka juga tak lupa bersyukur atas apa yang mereka dapatkan.

"Sebenarnya setiap hari kita terus bersyukur. Hanya saja ini khusus untuk ulang tahun istri saya," ucapnya.

Ia juga mengatakan sudah enam bulan tinggal di rumah tersebut. Dan rencananya pada Idul Fitri 1439 Hijriyah nantinya ia bersama istri dan anak-anaknya akan salat ied di Kota Medan untuk pertama kalinya.

"Dan hari ini, saya juga sengaja mengundang para janda, dan anak yatim piatu untuk saling berbagi dan saling menghargai serta mempererat silaturahmi. Karena ini di sini juga saya mengundang beberapa tokoh masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi tersebut," ucap mantan Walikota Blitar tersebut.

Usai buka puasa bersama, acara juga dirangkai dengan salat magrib berjemaah. Sebelum itu, juga diberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Bahkan sebelum buka puasa, Ustadz Thamrin Munthe juga sempat memberikan tausiahnya. Ia meminta para ustaz yang hadir untuk menyampaikan dakwah kebenaran.

"Jangan sampai para ustaz di sini tidak menyampaikan dakwah yang tidak benar. Harus hati-hati dalam menyampaikan dakwah. Sampaikanlah kepada masyarakat itu kebenaran," ucap Ustadz.

Memang, menurutnya, dalam menegakkan kebenaran sulit, ada hambatan dan rintangannya. Meskipun begitu para ustaz harus berjuang dengan ikhlas untuk menyampaikan kebenaran itu.

"Jangan sampai tak ikhlas," pesan mantan Walikota Tanjungbalai tersebut. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html