loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Pelindo Timbun Aliran Air di Belawan

Tim Redaksi: Kamis, 03 Mei 2018 | 22:11 WIB



BELAWAN - Proyek pembenahan Pelabuhan Belawan merusak aliran air atau kanal di pinggiran sepanjang Jalan Raya Pelabuhan Belawan, Kecamatan Medan Belawan.

 Pasalnya, aliran air dengan lebar sekitar 8 meter sepanjang hampir 2 km telah ditimbuni tanah yang mengakibatkan akan menutupi resapan aliran air.

 Tanah timbun tampak sudah berada di pinggiran kanal untuk dilakukan penimbunan ke aliran air itu, muatan tanah dengan berbagai jenis sebahagian sudah menimbunan kanal tersebut.

 Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman, Kamis (3/5), mengatakan, penimbunan yang sedang dikerjakan oleh PT Pelindo I, karena menutup ruang gerak air yang terjadi pada hujan dan air pasang.

"Akibat penimbunan itu daerah resapan air di Belawan akan semakin sedikit dan ini bisa berdampak tidak baik untuk Belawan yang belakangan ini semakin sering tergeng air pasang laut maupun hujan deras, " kata pria akrab disapa Atan.

 Dikatakannya, jika selama ini air yang bisa tertampung di kanal masih belum mampu menampung luapan air pasang, dengan adanya penimbunan maka airnya akan tumpah ke pemukiman warga.

 Lanjut aktivis nelayan ini, dampak itu akan memberikan dampak buruk bagi  penderitaan warga Belawan yang selama ini sudah sering kebanjiran.

 "Seharusnya Pelindo jangan menimbun kanal itu tapi mengorekanya agar lebih dalam dan bisa menampung air lebih banyak lagi. Untuk itu kami sangat berharap Pemko Medan menegur Pelindo agar menghentikan penimbunan itu, " ucap Atan.

 Selain itu, kata Atan, akibat penimbunan yang diduga menyalahi peraturan dan telah mengakibatkan jalan berdebu yang berceceran di badan jalan.

 "Kalau kita lihat, izinnya mungkin tidak ada, karena dampaknya cukup jelas, selain banjir, kalau cuaca panas berdebu namun jika musim hujan jalan menjadi licin, " ujar Atan.

 Humas Pelindo I, Fiona Sari Utami yang dikonfirmasi mengaku, tanah timbun itu bukan untuk menutup aliran air, akan tetapi untuk membenahi kanal untuk lebih tertata.

 "Itu mau kita benahi, jadi tanah itu untuk menata kanal, begitu juga dengan tembok - tembok yang rusak akan diperbaiki," katanya singkat. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html