Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kapolda Sumut: Mari Jadikan Waisak Semangat Mempererat Persatuan Bangsa

Tim Redaksi: Selasa, 29 Mei 2018 | 23:08 WIB

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw

Pelaksanaan Hari Raya Waisak 2562 tahun 2018 di Sumatera Utara berjalan lancar. Ribuan personil jajaran Polda Sumut disiagakan menjaga vihara dan klenteng, demi khususnya umat tionghoa menjalankan ibadahnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja dalam rilisnya, Selasa (29/5/2018), mengatakan pelaksanaan Waisak berjalan lancar, tidak ada gangguan keamanan yang terjadi.

Ini dikarenakan kerjasama antara polisi dan masyarakat yang sangat menjunjung toleransi dan kebhinekaan, sebagai alat pemersatu bangsa.

"Aman, lancar dan damai, saya berharap seterusnya seperti itu, tak hanya di momen Waisak," katanya.

Irjen Paulus menyatakan, dengan semangat Waisak ini, mari menjadikan Sumatera Utara menjadi lebih sejuk, aman dan damai hingga kedepannya.

Apalagi, setiap agama yang ada, mengajarkan kebaikan dan toleransi antar umat beragama. Perbedaan merupakan sebuah keberagaman untuk kita semua antar umat beragama tetap bersatu menjaga keutuhan Indonesia.

"Kalau iklim Sumatera Utara kondusif, maka keamanan dan pelayanan masyarakat akan terus tercipta, ekonomi pun berjalan sebagaimana mestinya," ucap Paulus.

Orang nomor satu di Polda Sumatera Utara ini juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak menyebarkan dan termakan informasi hoax yang dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Untuk itu, lanjut Paulus, apabila ada yang mengetahui warga atau teman lingkungannya yang menyimpang dari ideologi Pancasila, segera cegah atau laporkan kepada pihak yang berwajib, agar dapat dibina.

"Bagaimanapun kalau aksi teror marak, maka yang dirugikan kita semua. Kita kan tidak ingin Indonesia, Sumut khususnya terjadi gejolak. Maka mari kita semua menjaga keutuhan bangsa," pintanya.

"Mari kita ajarkan dan jaga anak-anak serta keluarga kita pengetahuan yang baik, jangan tergerus informasi bohong dari kecanggihan teknologi dan efek negatif globalisasi, karena anak kita adalah generasi penerus bangsa," tutup irjen Paulus. (Hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait