Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

FUIB Sergai Tolak Keras Keberadaan Keyboard 'Bongkar'

Tim Redaksi: Kamis, 03 Mei 2018 | 20:54 WIB


Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menolak keras keberadaan keyboard bongkar yang kerap hadir di setiap acara hajatan (pesta), terutama Dusun 4 Desa Blok 10 Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai.

Karena hal itu sangat berdampak buruk bagi kalangan generasi muda, terutama runtuhnya akhlak dan moral.

“Penampilan para biduan keyboard bongkar di atas panggung sudah keterlaluan. Bukan saja goyangannya yang erotis, tapi pakaiannya sudah sangat minim. Untuk itu pemerintah Kabupaten Sergai dan penegak hukum harus pro aktif untuk menertibkannya,” kata ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Sergai Dedi Irwansyah kepada Wartawan, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, jika penampilan keyboard bongkar tersebut terus dibiarkan, maka akan semakin banyak moral dan akhlak generasi muda terkhusus Kecamatan Dolok Masihul yang rusak.

"Hiburan ‘Keyboard Bongkar’ ini harus cepat di tertibkan , karena diduga telah melanggar norma agama dan norma kesusilaan," tegasnya.

Ia menjelaskan sebenarnya pelarangan ini sudah tertuang dalam surat edaran Bupati No.0.35/331.1/410/2018. Surat ini untuk menguatkan Perda No.26 tahun 2008 tentang ketertiban umum. Namun, seolah Perda yang telah dibuat tidak ditegakkan dan dijalankan.

"Harusnya Perda yang sudah dibuat dijalankan, bukan didiamkan begitu saja. Untuk apa perda dibuat kalau tidak jalankan,” tanyanya.

Ia juga menilai, aksi keyboard bongkar di daerah itu sudah cukup memprihatinkan. Namun, seolah tak ada tindakan dari pihak kepolisian yang mengeluarkan izin keramaian.

“Harusnya pihak kepolisian jangan diam saja,tapi harus bertindak cepat untuk melakukan tindakan terhadap aksi keyboard bongkar ini. Kalau ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin akan menimbulkan persoalan baru ditengah-tengah masyrakat,” papar Dedi.

Sementara, Kapolsek Dolok Masihul AKP Cahyadi SH ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa izin hiburan keyboard bongkar tersebut tidak ada.

"Izin tidak ada itu. Kita akan tangkap, untuk lebih jelasnya datang langsung ke kantor." katanya. (YR)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait