loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Berhasil Kabur, Diduga Korban Human Trafficking Dipulangkan dari Malaysia

Tim Redaksi: Kamis, 24 Mei 2018 | 19:39 WIB


WM (18), warga Sentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang yang diduga korban perdagangan manusia (human trafficking) berhasil kabur dari salah satu tempat hiburan malam di Malaysia.

WM pun dipulangkan pihak Kedutaan Republik Indonesia (RI) di Malaysia dan tiba di Bandara Kualanamu pada Kamis (24/5/2018) sekira pukul 11.00 Wib dengan pesawat Air Asia.

Kepada wartawan, WM mengaku jika dirinya nekat kabur dari tempat tersebut karena merasa tertipu, sebab tidak sesuai dengan pekerjaan yang dijanjikan.

Dimana sebelum berangkat, WM dijanjikan bekerja di tempat salon kecantikan, namun setibanya di Malaysia malah diperkerjakan di tempat hiburan malam plus Spa.

Dalam pelariannya, WM dibantu salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengantarkan WM ke Kedutaan RI di Malaysia.

"Kalau saya tidak kabur maka saya tidak akan pernah bisa pulang, karena semua dokumen disimpan oleh majikan," ujar WM.

Lanjut WM, berdasarkan keterangan majikan tempat WM bekerja jika agen yang memberangkatkan WM sudah menjual WM sebesar 4000 Ringgit Malaysia pada Februari Tahun 2018 lalu.

"Saya disuruh tidak macam -macam dan harus menurut perintah," terangnya.

Dirinya mengaku sangat menyesal dan berharap tidak ada lagi perempuan koban penipuan ke Malaysia.

"Nasibnya sangat miris dan memprihatinkan. Saya lihat korban lain wanita Indonesia di Malaysia yang sejauh ini belum bebas akibat bujuk rayu agen nakal yang berkedok tenaga kerja," jelasnya.

Sementara petugas BP3TKI Medan Pos Bandara Kualanamu Dody Manik didampingi M Rizal membenarkan pihaknya menerima pemulangan WNI bermasalah dari Malaysia salah satunya diduga korban human trafficking.

"Sebenarnya yang dipulangkan dari Kedutaan RI hari ini ada lima orang perempuan, tiga dewasa dan dua masih anak-anak," ujar Dody.

Dari kelima tersebut, berbagai masalah termasuk ada diduga korban human trafficking, korban kekerasan dalam rumah tangga serta lainnya.

Kelimanya masing -masing HN (28) bersama anaknya SA umur (7) warga Puji Mulio Deliserdang. RA (37) bersama Anaknya JR (5) warga Desa Air Hitam, Kabupaten Batubara dan WM.

"Sesampianya di Bandara Kualanamu langsung kita fasilitasi dan didata dokumennya, selanjutnya mereka kita pulangkan ke tempat masing-masing," tegasnya. (Manahan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html