loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

1.000 Lilin Ormas Kepemudaan dan Masyarakat Serukan Perdamaian

Tim Redaksi: Kamis, 17 Mei 2018 | 18:37 WIB

1.000 Lilin Ormas Kepemudaan dan Masyarakat Serukan Perdamaian



RANTAUPRAPAT-Tolak aksi terorisme, berbagai aliansi mahasiswa dan ormas kepemudaan Hindu dan Budha serta ratusan Masyarakat Kabupaten Labuhanbatu, menggelar aksi lilin Perdamaian di Lapangan Ikabina, serta di Alun-Alun Simpang Enam Rantauprapat, Rabu (16/5/2018) malam.

Selain menyuarakan tolak aksi radikalisme, serta dinyalakan lilin di jantung kota Rantauprapat itu selain sebagai simbol keprihatinan terhadap para korban aksi terorisme di Surabaya juga sebagai simbol perdamaian sesama umat manusia tanpa membedakan suku dan agama.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Cabang Rantauprapat (GMKI), May Sigalingging dalam orasinya menyatakan turut belasungkawa yang sangat mendalam terhadap keluarga korban akibat bom yang terjadi di Gereja di Surabaya.

Dia engecam keras tindakan aksi terorisme sebagai tindakan yang mencederai nilai-nilai Pancasila, dan mengutuk keras pelaku teroris, menyatakan tidak takut terhadap tindakan dan ancaman teror dimanapun dan akan melawan siapapun yang berniat menghancurkan kerukunan bernegara di NKRI, dan meminta pengawasan ketat kepada TNI-POLRI sebagai institusi keamanan dan pelindung penuh warganya.

"Ya kami GMKI Cabang Rantauprapat bersama dengan Organisasi Mahasiswa, Organisasi Pemuda Gereja, dan seluruh masyarakat dan lembaga-lembaga ormas yang lainnya, bersatu melawan tindakan terorisme dan radikalisme demi kenyamanan dan keutuhan NKRI, kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar May Galingging.

Hal senada juga di lontarkan, Yanto Zaliwu yang mewakili  Gerakan Pemuda Nias Peduli (GPNP) cabang Labuhanbatu, bahwa tidak ada agama manapun yang mengajarkan aksi biadab yang dilakukan oleh para teroris.

“Saya mewakili pemuda nias mengecam aksi bom bunuh diri yg terjadi di surabaya dan meminta kepada Presiden Jokowi dan Kapolri serta Panglima TNI agar mengungkapnya sampai tuntas, sebab terorisme musuh kita bersama, tidak ada agama apapun yang menghalalkan aksi terorisme,” katanya.

Aksi ratusan aliansi mahasiswa kristen dan ormas kepemudaan serta masyarakat yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan langsung menyalakan lilin Perdamaian yang bertuliskan “Seruan Aksi 1000 Lilin”, sebagai simbol dukungan terhadap Polri dalam memberantas pelaku-pelaku terorisme sampai ke akar-akarnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat dan aliansi yang tergabung dalam aksi seribu lilin ini, untuk peka terhadap gerakan-gerakan orang asing yang baru dikenal, datang dan tertutup. "Kalau melihat  yang mencurigakan segera melaporkan kepada petugas maupun pemerintah setempat," harap mereka. (manto)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html