Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tarian Perang Nias Sambut Kedatangan Djarot-Sihar

Tim Redaksi: Selasa, 10 April 2018 | 01:13 WIB


Kedatangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan disambut dengan meriah oleh warga, Senin (9/4/2018).

Ratusan kaum pria berbaris bagai pasukan yang akan menjalankan tugas di medan perang.

Dengan busana perang dan senjata mereka berdiri tegak menanti kedatangan pasangan yang akrab disapa Djoss tersebut.

Sesaat setelah tiba, mereka pun meneriakkan Yahoobu dan mulai melakukan tarian kebesaran di Nias Selatan.

Mereka adalah warga Bawomataluo yang saat ini bermukim di desa di bukit tersebut. Saat ini, tarian perang menjadi tarian hiburan untuk menyambut tamu yang berkunjung ke desa mereka.

Namun kedatangan Djoss saat itu dinilai warga sangat penting. Sehingga penyambutan yang mereka lakukan pun dipersiapkan dengan meriah.

Bukan hanya kaum Adam yang menari memperagakan kebesaran mereka sebagai masyarakat yang memiliki kearifan lokal tinggi, namun kaum Hawa pun turut serta menari dalam penyambutan itu dengan gerak yang gemulai.

Sehingga penyambutan untuk pasangan nomor urut dua dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut tersebut semakin meriah.

Setelah melakukan atraksi tarian itu, warga pun mempertontonkan lompat batu sebagai tarian kebesaran di tempat mereka.

Lompat batu tersebut menjadi tontonan yang paling dinanti pasangan calon tersebut karena merupakan tradisi yang sering dipertontonkan baik di kegiatan nasional maupun manca negara.

Setelah selesai pementasan tersebut, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun diberikan seperangkat pakaian adat berikut mahkota kebesaran.

Kepala Suku Bawomataluo, Mowaa W mengatakan bahwa pasangan tersebut merupakan pasangan yang sudah sangat mereka kenal.

Djarot dikenal karena konsep pengelolaam pemerintahannya di Jakarta. Sementara Sihar Sitorus dikenal karena sudah menjadi saudara bagi mereka.

Pasalnya awal pertama sekali masuknya air ke desa mereka adalah karena bantuan dari keluarga Sihar Sitous. Sehingga Sihar bukan lagi orang asing melainkan sudah kerabat bersama warga desa.

Karena itu, Moawaa mengatakan bahwa warga Nias di Bawomataluo harus memenangkan mereka. Karena memiliki alasan yang cukup kuat untuk memenangkan Sumut agar menjadi daerah yang maju.

"Kita mengajak semua warga ke TPS pada tanggal 27 mendatang, dan memenangkan pasangan nomor urut dua," katanya. 

Sementara itu, Sihar Sitorus mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan kerja cepat dan nyata dalam membangun Nias yang merupakan sebuah pulau yang termasuk lebanggan bagi Sumut.

Menurut Sihar, Nias bisa mandiri jika dibangun selaras dengan keindahan alamnya. Demikian juga masyarakatnya yang harus ikut berjuang membangun Nias. Saat ini pilihan ada pada masyarakat Nias karena itu masyarakat Nias harus berjuang bersama untuk kemenangan.

"Kita berjuang bersama untuk membangun Sumut, dan Nias pada khususnya. Kita harus membuat semua daerah di Sumut sejahtera," kata Sihar. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait