loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Sambil Mendaki Pusuk Buhit, Sihar Ajak Warga Sumut Lestarikan GKT

Tim Redaksi: Sabtu, 21 April 2018 | 21:07 WIB


Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 2 Sihar Sitorus mengajak warga untuk melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT).

Ajakan tersebut disampaikan wakil dari Djarot Saiful Hidayat itu saat mengunjungi sejumlah geopoint GKT di Pusuk Buhit. 

Sihar yang melakukan pendakian ke Pusuk Buhit, Sabtu (21/4/2018) mengatakan bahwa kawasan GKT merupakan kawasan yang unik karena memiliki beragam keistimewaan.

Sihar memaparkan bahwa GKT merupakan kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memiliki makna dan fungsi sebagai warisan alam.

Di kawasan ini dapat diimplementasikan berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan, namun harus dijaga dan ditata dengan baik.

"Pusuk Buhit ini kan salah satu contoh geopoint. Di mana di tempat ini ribuan tahun lalu ada peradaban yang menjadi cerita rakyat, kemudian melegenda dan sekarang menjadi mitos. Jadi sebagai putra asli Batak, wajar mencoba napak tilas cerita ribuan tahun itu. Serta melihat Danau Toba dari sudut yang berbeda. Karena itu harus kita jaga dan lestarikan," katanya.

Sihar juga mengatakan, jika Danau Toba masuk menjadi taman bumi lewat program Geopark Unesco maka akan berkontribusi terhadap pengembangan daerah.

Selain itu, geopark juga memiliki tujuan untuk mengembangkan kawasan dengan metode ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan lewat dunia pariwisata geologi.

Di sisi lain pengembangan geopark tidak merugikan masyarakat, bahkan sebaliknya akan menguntungkan. Karena metode geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan untuk menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi kepada masyarakat itu sendiri.

Jadi menurut Sihar, mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan GKT harus digalakkan. Termasuk Pusuk Buhit, bisa ditata dengan baik, membenahi jalan dan aksesibilitas yang aman dan memenuhi ketentuan wisata.

"Sehingga orang bisa berwisata dengan nyaman. Serta menikmati panorama indah. Termasuk jika ilalang berganti menjadi bunga yang indah dan tanaman asli daerah dikembalikan ke habitatnya," katanya. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html