Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ribuan Warga Desa Batu Karang Gruduk Kantor DPRD dan Bupati Karo

Tim Redaksi: Kamis, 19 April 2018 | 22:47 WIB


Erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo membuat perekonomian masyarakat sekitar kaki Gunung Sinabung semakin tidak menentu.

Diperkirakan 55 ribu hektar lahan pertanian sekitar lereng Sinabung menjadi sulit untuk dapat berproduksi akibat seringnya disembur sebaran abu vulkanik. Sementara warga sekitar hanya menggantungkan hidup dan kehidupannya dari sektor pertanian.

Akibat dari seringnya erupsi Sinabung yang tidak dapat diprediksi kapan akan berhentinya membuat warga desa Batu Karang Kecamatan Payung Karo merasa perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karo.

Untuk menyampaikan keluhannya yang sudah bertahun lamanya itu, ribuan warga Desa Batu Karang, Kecamatan Payung sepakat untuk menggelar aksi di depan Kantor DPRD Karo dan di halaman Kantor Bupati Karo, untuk menuntut hak mereka yang merasa terabaikan selama 8 tahun akibat dampak erupsi Gunung Sinabung, Kamis (19/4/2018).

Mereka menggelar long march berjalan kaki dengan titik kumpul di Makam Pahlawan Kabanjahe. Selanjutnya mereka bergerak ke DPRD Karo dengan mengusung sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan di antaranya "Sejak Bencana Erupsi Gunung Sinabung Kami Selama Ini Diam. Walaupan Kami Sengsara Akibat Pertanian Gagal Tanam".

Di halaman gedung DPRD Karo, hanya dua orang wakil rakyat yang dapat mereka temui diantaranya masing-masing Jidin Ginting SH dan Raja Urung Mahesa Tarigan, keduanya Fraksi Demokrat dari 35 DPRD Karo yang hadir menerima ribuan warga Desa Batu Karang.

Para warga sempat mengecam karena hanya dua anggota DPRD Karo yang hadir untuk menerima mereka.

"Mana para anggota DPRD Karo yang dipilih rakyat, kok hanya 2 anggota DPRD Karo. Kami ingin menyampaikan tuntutan aspirasi, karena selama ini desa kami terkena dampak Sinabung," ucap para warga melalui pengeras suara yang telah mereka siapkan.

Ismin Ginting, salah seorang juru bicara warga mengatakan ada 11 tuntutan warga agar diperhatikan dan dituntaskan para anggota DPRD Karo dan Pemkab Karo.

Tuntutan itu masing-masing soal subsidi pendidikan, bantuan pertanian, bantuan kesehatan, normalisasi irigasi secara rutin, bantuan perbaikan seng rumah warga yang rusak.

Seterusnya, kata warga, pembekalan bencana secara rutin, krisis air bersih, bantuan jatah hidup, bantuan gizi untuk lansia dan anak-anak, perbaikan infrastuktur jalan dan pemeriksaan kualitas air bersih akibat dampak erupsi Sinabung.

Jidin Ginting SH (Fraksi Demokrat) mengatakan para anggota DPRD Karo yang tidak hadir karena ada kegiatan agenda lain.

Meski demikian, katanya, kami yang hadir menerima warga segera kami sampaikan secara kelembagaan DPRD Karo dan Bupati Karo.

Atas penjelasan Jidin Ginting, ribuan warga sepakat agar para anggota DPRD Karo bersama-sama warga menjumpai Bupati Karo agar tuntutan mereka ditampung oleh pihak eksekutif.

Jidin Ginting dan Raja Urung Mahesa Tarigan bersama ribuan warga long march ke kantor Bupati Karo.

Aksi mereka itu mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Karo. Mereka diterima Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Wakil Cory S Sebayang, Sekda Terkelin Purba SH dan sejumlah para SKPD di lingkungan Pemkab Karo. 

Derasnya hujan saat acara aksi damai ini tidak sedikitpun menjadi penghalang bagi Terkelin Brahmana untuk tetap bersama warga.

Bupati Karo mengatakan, pihaknya segera menanggapi segala tuntutan yang disampaikan masyarakat.

“Persoalan ini segera dibawa Runggu (rapat musyawarah desa) antara pemerintah dengan warga di tingkat desa, Jumat (20/4/2018) untuk menuntaskan segala tuntuan dari masyarakat. Kita akan runggu, yang mana bisa dikerjakan oleh masyarakat, apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab Karo. Dan tentunya berkoordinasi dengan Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat untuk menuntaskan segala persoalan yang ada," ujarnya.

Karena itu, kata Terkelin, ia mengharapkan agar Kepala Desa dan perangkat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pro aktif untuk menampung segala aspirasi dan tuntutan warga.

"Kami tidak diskriminatif dalam penanganan pengungsi Sinabung terutama desa yang lain terkena dampak erupsi Sinabung," ungkapnya.

Begitu tuntutannya diterima, ribuan warga membubarkan diri dengan tertib dan pulang dengan damai dengan mengendarai puluhan mini bus dan mobil truk. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait