loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Diduga Provokosi dan Sulit Dikoordinasi, Kader Minta Copot Ketua PAC PP Marelan

Tim Redaksi: Selasa, 24 April 2018 | 18:28 WIB


Diduga memprovokasi dan sulit untuk dikoordinasi, 4 Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila (PP) mendesak untuk pencopotan Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) ‎Medan Marelan, Indra dari jabatannya.

Sekretaris PP Ranting Rengas Pulau, ‎Darma Wijaya, Selasa (24/4/2018), mengatakan, sebanyak 4 pengurus ranting diantaranya Kelurahan Paya Pasir, Rengas Pulau, Terjun dan Tanah Enam Ratus, telah bertekat agar Ketua PAC PP Medan Marelan turun dari jabatannya.

Alasannya, selama PAC PP Marelan dijabat oleh Indra, roda organisasi banyak menimbulkan masalah. Selain sulit dikordinasi, ‎sikap Ketua PAC PP Marelan memecah - memecah kader.

"Sekarang ini, kami kader PP yang ada di ranting, terkesan di pecah - pecah, karena sikap ketua yang terkesan memprovokasi, sehingga PP Marelan terpecah belah," kata Darma.

Selain itu, banyak kader menganggap sikap ‎Ketua PAC PP Marelan mementingkan diri sendiri, sehingga roda organisasi tidak berjalan dengan baik.

"Lihatlah sekarang, banyak kegagalan yang dilakukan ketua Indra, harusnya ini segera dievaluasi. Kami sudah melayangkan surat ke ketua MPC PP Medan, tapi terkesan seperti tidak ditanggapi," sebut Darma. 

Bahkan, mereka sangat menyesalkan dengan sikap Ketua PAC PP Marelan yang sengaja menonaktifkan 2 ranting PP yakni, Ranting PP Tanah Enam Ratus dan Ranting PP Terjun.

"Lihat, ketua yang sekarang ini sesuka hatinya menonaktifkan pengurus ranting, ini bukti keegoisannya untuk merusak sesama kader, kalau ini tidak disikapi oleh MPC PP Medan, maka kami akan mendatangi kembali kantor MPC PP Medan,‎" tegas Darma.

Begitu juga dikatakan Ketua PP Ranting ‎Paya Pasir, Muktar Efendi Siregar menambahkan, mereka sangat menyesal dengan sikap ketua PAC PP Marelan sengaja memerintahkan pengurus 2 ranting yang baru diangkatnya untuk mencopot spanduk pengurus ranting yang dinonaktifkan. 

"Kemarin ranting yang dinonaktifkan ada buat spanduk dukungan ke ERAMAS, tapi spanduk itu dicopot atas perintah ketua Indra, ini benar - benar memprovokasi, makanya kami ingin dia (Indra) dicopot," kesal pria akrab disapa Bob.

Ditegaskan Bob, pihaknya akan melaporkan ketua PAC PP Marelan atas arogansi memerintahkan pengurus ranting yang baru mencopot spanduk dukungan kepada calon Gubernur dan wakil Gubernur.

"Kami mau laporkan ini, kamu mendesak agar polisi menindaklanjuti laporan kami, agar pelakunya segera ditangkap, karena telah merusak kenyamanan dan kemanan di Marelan," sebut Bob.

Bahkan, mereka menyayangkan, sikap ketua Indra yang sengaja menghalangi kegiatan Isra Miraj yang mereka laksanakan dengan mengatasnamakan 4 ranting PP.

"Hari ini, kami melaksanakan Isra Mi'raj, tapi tidak bisa terlaksana, karena ketua Indra mengaku tidak memberikan izin, padahal ini kegiatan positif, tapi lihatlah sikapnya yang memecah belah kader, makanya kami ingin segera dia dicopot," kesal Bob.

Terpisah Ketua PAC PP Marelan, Indra mengaku dirinya menonaktifkan 2 pengurus ranting sesuai prosedur, bahkan spanduk yang diturunkan adalah spanduk pengurus yang tidak aktif lagi.

"Saya selama ini menjabat sebagai ketua sesuai dengan aturan organisasi, yang saya nonaktifkan ‎karena tidak bisa berjalan sesuai dengan peraturan dan melanggar aturan organisasi, makanya saya nonaktifkan, jadi dimana salah saya? Apa yang mereka katakan itu semua tidak benar," bantah Indra. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html