loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Okupasi Lahan di Dusun Sidodadi Desa Sei Semayang Ricuh

Tim Redaksi: Senin, 12 Maret 2018 | 14:14 WIB


Okupasi (pe­nguasaan) Lahan seluas kurang lebih 1000 hek­tare yang di lakukan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Dusun Sidodadi Desa Sei Semayang Kabupaten Deli Serdang pada Senin (12/3/2018) berjalan ricuh.

Para petani dan masyarakat sekitar melakukan perlawanan dengan berdiri diatas lahan yang akan di okupasi. 

Pantauan wartawan, dalam Okupasi (pe­nguasaan) Lahan PTPN II, polisi menahan 1 orang warga didalam Rio Polisi, karena di tanahnya seorang warga tersebut warga mendatangi mobil Rio untuk menuntut salah seorang warga yang di tahan agar di lepaskan.

Namun permintaan warga tidak di dengar oleh pihak kepolisian dalam hal ini terlihat salah seorang Polisi menolak salah seorang warga yang meminta rekanya di turunkan dari mobil Rio.

Salah seorang warga yang juga merupakan ketua Forum Rakyat Bersatu ( FRB ) Sumatera Utara Joni Siregar mengatakan kalau okupasi yang dilakukan pihak PTPN II harus melakukan pengukuran ulang. 

"Jadi jelas kami atas nama petani dan masyarakat yang ada di Desa Seisemayang, Kecamatan Sunggal tidak menerima okupasi ini," katanya.

Joni Siregar juga menambahkan kalau lahan yang di okupasi oleh pihak PTPN sudah habis HGU dan titaj bisa di perpanjang kembali.

"PTP Mengatakan kalau ini milik dia padahal yang jelas disini HGU sudah tidak ada lagi dan tidak bisa di perpanjang, Apa bila di perpanjang HGU ataupun sertifikat PTPN ll sumut harus melakukan rekontuksi ulang dan pengukuran ulang di mana-mana saja batasnya," jelas Joni.

Sambung Joni mengatakan, pihaknya juga memikirkan perut sejengkal dan kami menuntut kepada Pemerintah yaitu sesuai UU amanah Pancasila yang pertama adalah keadilan.

"Apakah kita sudah mendapatkan kedilan disini," tanya Joni kepada masyarakat.

"Belum..," teriak masyarakat.

Joni juga mengatakan kalau hari ini masyarakat dan petani di Dusun Sidodadi Desa Sei Semayang Kabupaten Deli Serdang akan berangkat ke Polda untuk menuntut agar okupasi segera di hentikan. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html