Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Mewabahnya Giji Buruk pada Anak di Kabupaten Langkat

Tim Redaksi: Jumat, 09 Maret 2018 | 14:51 WIB


Kasus Stunting atau giji buruk, hingga saat ini masih terus mewabah di Kabupaten Langkat.

Setidaknya sebanyak 23 orang anak yang berada di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menderita Stunting atau giji buruk.

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan giji kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting di definisikan sebagai anak anak usia 0 hingga 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus di ukur dari pertumbuhan anak.

Selain pertumbuhan terhambat, Stunting juga dikaitkan dengan pertumbuhan otak yang tidak maksimal.

Penyebab utama Stunting ini adalah kurang giji kronis dalam waktu lama, yakni tepatnya di masa kehamilan sang ibu yang kekurangan asupan giji, sehingga berpengaruh terhadap bayi yang di kandung. Selain itu, perubahan Hormon yang di picu oleh stress dari sang ibu yang sedang hamil.   

Untuk daerah yang sedang berkembang, 23 kasus giji buruk yang di alami warga Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat ini tergolong cukup besar.

Padahal Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Kesehatan, mendapat Predikat baik dari Kementrian Kesehatan, namun untuk Kasus Stunting, Kabupaten Langkat menempati urutan ketiga setelah Papua dan Aceh.

Berdasarkan data kader Dinas Kesehatan Budi, Jumat (9/3/2018), yang mendata Kasus Stunting di Pedesaan, untuk seluruh Kabupaten Langkat, terdapat 48 Kasus Stunting, yakni di Desa Kebun Kelapa, Secanggang, Pematang Serai, Padang Tualang, Paluh Manis, Securai Utara dan Selatan, serta Perlis.

Menurut orangtua bayi penderita Stunting yang bernama Gunawan Mulya, setelah di lakukan pendataan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Posyandu di Desa, anaknya kini mendapat perhatian berupa biskuit dan Nutrisi yang di salurkan melalui Posyandu.

"23 kasus Stunting atau giji buruk yang di alami warga kecamatan Padang Tualang ini, hendaknya menjadi motivasi bagi Pemerintah, khususnya untuk lebih memperhatikan nasib para generasi bangsa yang di mulai sejak kehamilan ibu, serta asupan giji untuk balita, terutama bagi warga yang kurang mampu," ujar Gunawan Mulya. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait