loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Kunjungi Rumah Sakit Vita Insani, Djarot: Kartu Sumut Sehat Tak Akan Berbenturan dengan Kartu Indonesia Sehat

Tim Redaksi: Kamis, 22 Maret 2018 | 13:34 WIB


Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, Kamis (22/3/2018) mengunjungi Rumah Sakit Vita Insani, Kota Pematang Siantar.

Dalam kunjungan ke Rumah sakit Vita Insani, Djarot tampak memeriksa kondisi kesehatan dirinya dan pelayanan di Rumah Sakit Vita Insani khususnya pelayanan untuk pasien BPJS dirumah Sakit tersebut. 

Usai melihat situasi pelayanan di Rumah Sakit Vita Insani, Djarot mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit kepada pasien yang tengah berobat di Rumah Sakit tersebut.

"Inikan salah satu prototype rumah sakit yang bagus, yang mana rumah sakit ini juga melayani pasien yang menggunakan BPJS," ujar Djarot.

Namun demikian, Djarot kembali pentingnya kehadiran pemerintah untuk masyarakat kurang mampu yang masih belum dicover oleh BPJS maupun kartu Indonesia Sehat.

"Oleh karena itu disini kita akan luncurkan Kartu Sumut Sehat supaya warga yang tidak mampu bisa dicover khususnya oleh BPJS. Karena ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membantu warganya yang tidak mampu," ungkap Djarot.

Namun demikian, Djarot mengatakan bahwa program Kartu Sumut Sehat tidak akan berbenturan dengan program kartu Indonesia Sehat yang menjadi program pemerintah pusat.

"Kan tidak semua masyarakat kurang mampu bisa dicover oleh pemerintah pusat melalui Kartu Indonesia Sehat. Disitulah provinsi akan masuk untuk mengcover mereka melalui Kartu Sumut Sehat. Dengan begitu, maka bisa kita memberikan perlindungan kepada seluruh warga masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Namun demikian, Djarot menjelaskan bahwa dalam pelayanannya semua pasien yang sakit tidak semua dapat dirawat langsung di rumah sakit.

Djarot menjelaskan bahwa untuk tahap awal pasien terlebih dahulu harus mendapatkan perawatan di Puskesmas.

"Baru jika puskesmas tidak dapat memberikan pelayanan secara maksimal, maka pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit yang memberikan pelayanan BPJS," ungkap Djarot.

"Nah, hal-hal seperti ini harus dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menjadi kesalahpahaman dalam pelayanan BPJS. Karena dalam puskemas itu merupakan tempat pelayanan pertama. Jadi untuk pelayanan dini itu dilakukan di Puskesmas," pungkasnya. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html