loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Prajurit Marinir Langkat Serbu Pulau Sembilan Lumpuhkan Musuh Bersenjata

Tim Redaksi: Kamis, 25 Januari 2018 | 12:32 WIB


Puluhan prajurit Batalyon 8 Marinir Tangkahan Lagan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menyerbu sebuah pulau terluar Indonesia, yang dikuasai oleh kelompok separatis bersenjata, Rabu (24/1/2018) malam.

Penyerbuan Pulau Desa Sembilan, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, dilakukan pasukan setelah ada laporan kalau pulau terluar tersebut telah dikuasai dan terjadi pembantaian warga disana.

Mendapat info tersebut, Komandan Batalyon (Danyon) Mayor Danang langsung memimpin pasukan mengadakan persiapan dan breefing bersama. Selanjutnya, mereka bergerak dengan senyap menggunakan 10 perahu karet tepat pukul 00.00 dinihari. 

Para prajurit ini menyusuri laut dengan membelah ombak dikesunyian malam untuk mencapai lokasi pulau yang dikuasai sparatis bersenjata. Setengah kilometer hampir sampai Pulau Desa Sembilan, para prajurit ini kemudian berenang sembari membawa senjata dan peralatan tempur lain. 

Sementara beberapa prajurit lain bertahan ditengah laut dengan menggunakan prahu karet mereka. Setibanya dipulau yang dikuasai musuh itu. Para prajurit ini bergerak secara diam dan senyap menyusup ke jantung pertahanan musuh (Markas Utama Musuh).

Kontak senjatapun tidak bisa terelakan antar pasukan Marinir dengan kelompok bersenjata ini. Beberapa jam melakukan kontak senjata, akhirnya pasukan Yon 8 Marinir Tangkah Lagan, dapat melumpuhkan pasukan sparatis bersenjata itu. Prajurit Marinir Batalyon 8 Tangkahan Lagan, kemudian meledakan markas musuh disana dan meninggalkan pulau dalam jangka waktu 5 jam saja.

Skenario penyerangan pulau terluar Indonesia yang dilakukan oleh prajurit Marinir Yon 8 Tangkahan Lagan, yang dikuasai kelompok sparatis bersenjata ini merupakan simulasi latihan.

Komandan Batalyon (Danyon) Marinir 8 Tangkahan Lagan Mayor Marinir Danang Ary Setyawan mengatakan, simulasi perang ini diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan para prajurit Marinir, untuk melawan musuh yang akan mengancam kedaulatan negara Republik Indonesia. "Kita harapkan dengan latihan ini kemampuan para prajurit dapat terus terasah," kata Mayor Danang.

Diakui Danang, latihan penyerangan yang dilakukan dapat diaplikasikan dalam berbagai medan perang. Sehingga, para prajurit dapat bertempur baik dalam medan apapun, baik darat dan laut. "Dalam giat malam kemarin, sedikitnya kita melibatkan 120 prajurit dan 30 prajurit pembantu," tegas Danyon. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html