Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gara-Gara Dilarang Berjoged, 2 Pria Ini Tega Habisi Nyawa Cedol

Tim Redaksi: Rabu, 24 Januari 2018 | 18:53 WIB


Polres Asahan akhirnya berhasil membekuk tersangka pelaku pembunuhan terhadap Budi alias Cedol (40) warga desa Asahan Mati sepekan yang lalu, dua pelaku diamankan di Kubu Riau sementara satu orang lagi masih dinyatakan buron.
Hal itu diterangkan Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga didampingi Kapolsek Sei Kepayang AKP Sunarto dan Kasat Reskrim AKP M Arif Batubara, Rabu (24/1/2018) saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat.
Dua pelaku masing – masing Mukhlis Suryadi alias Ulis (28) dan Kewit (26) warga Dusun I desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai diamankan pada tanggal 22 Januari 2017 dari tempat persembunyiannya di Kubu Provinsi Riau, sementara satu orang pelaku lagi yang identitasnya sudah diketahui masih dalam pengejaran.
Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, motif penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa seseorang dilatarbelakangi oleh persaan tidak senang saat sama – sama duduk di pakter tuak.
“Kedua pelaku mengaku sakit hati karena dilecehkan, bahkan saat itu korban Budi alias Cedol sempat mengancam Kewit dengan menggunakan gunting agar tidak joget – joget di lokasi itu,” kata kobul.
Setelah mendapat perlakuan tidak senono dari korban, ketiganya langsung meninggalkan lokasi tempat minum – minum itu dan kembali duduk – duduk di persimpangan jalan tidak jauh dari Dermaga Panton di desa Bagan Asahan.
Kemudian, ketiganya terbawa emosi setelah mendapati korban yang berjalan sendirian sepulang dari  pakter tuak,”mereka langsung mengejar korban, dan menyerang dengan benda keras yang ada disekitar lokasi kejadian yang kemudian kabur setelah melihat korban tersungkur ke tanah,” ujarnya. 
Ditempat yang sama, kedua tersangka menceritakan kronologis kejadian hingga pelariannya yang terendus pihak berwajib, “Sok kali abang itu, kami Cuma niat minum tuak lalu diancam dengan menggunakan gunting saat kami ikut joget – joget,” ujar Kewit yang diamini Ulis.
“Untuk menghormati, kami sempat menyodorkan segelas minuman tuak, tapi oleh pria yang dikenal sedikit sok itu, tuak yang kami sodorkan pertama dicurahkan ke atas meja tempat kami duduk,” kenang keduanya sembari menegaskan satu gelas tuak yang kembali disodorkan diterima dan diminumnya.
"Kami tidak berniat menghabisi nyawanya, Cuma mau kasih pelajaran dan tidak menyangka abang itu tewas," ungkap keduanya sembari menyatakan mereka sangat menyesali perbuatannya.(rial) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait