Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Rapat Terkait Kawasan Strategis Parawisata Nasional Danau Toba

Tim Redaksi: Kamis, 11 Januari 2018 | 19:19 WIB


Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Bappeda Kabupaten  Karo Nasib Sianturi, Kadis Parawisata Ir. Mulia Barus, Camat Merek Tomi Heriko Maritua Sidabutar, hadir dalam Rapat Kordinasi Pembahasan perkembangan Kawaasan Strategis Parawisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang dilakukan pembukaanya oleh  Menteri Kemenko maritim Luhut Binsar Panjaitan didampingi Menteri Parawisata Arief Yahya, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wagubsu Nur Hazizah Marpaung, Rabu (10/1) pukul 11.00 wib di Institut Teknologi Del Jalan Sisingamaraja ,Sitoluama Lagu boti Balige Kabupaten Tobasa.

“Danau Toba adalah salah satu prioritas KSPN yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat karena memiliki beberapa tempat paling indah dan ikonik di dunia tidak ketinggalan Kabupaten  karo salah satunya  yaitu daerah Tongging yang terletak dipinggiran kawasan Danau Toba.Hal ini daerah KSPN sekawasan Danau Toba, yang telah ditetapkan oleh pemerintah , Kabupaten karo salah satu ikut tercakup sebagai kawasan destinasi objek parawisata," kata Bupati Karo.

Dijelaskannya daerah yang meliputi KSPN adalah lokasi yang memiliki kepentingan nasional, mereka akan menerima dana infrastruktur nasional yang menyediakan jalan, air, bandara, dan sebagainya sesuai kondisi wilayahnya apa yang dapat dibangun sesuai dana yang disediakan oleh pemerintah ,sehingga meningkatkan nilai lahan lebih tinggi. Melalui sejumlah strategi utama, nilai lahan tersebut akan semakin meningkat dan kemudian mendorong orang lokal mengkapitalisasi hak properti dan pengembangan untuk pengusaha hotel, resor dan villa di setiap lokasi.

 “Dengan berjalannya pembangunan KSPN, dengan otomatis segudang bisnis sektor pariwisata akan datang untuk berpartisipasi, baik pihak swasta maupun masyarakat lokal ,maupun pemerintah pusat sendiri melalui BPWIP ( badan pengembangan wilayah Infrastuktur pengadaan). Telah tersedia dana pembangunan untuk bedah rumah per-kabupaten sekawasan Danau Toba, direncanakan akan dilakukan bedah rumah sebanyak 300 unit di tahun 2018 ini melalui Kemen PU PR," ujarnya.

Diterangkannya kembali bahwa  ini semua akan menghasilkan aliran pendapatan dari biaya, lisensi dan usaha patungan dalam segala hal mulai dari Home Stay, Restoran, Cafe, Agen perjalanan, industri rumah tangga, pasar seni dan kerajinan khas, Agro Wisata hingga rental sepeda, motor dan mobil dan lain lain.

"Inilah salah program Pemerintah Pusat karena melihat bahwa KSPN sebagai tempat ideal mengembangkan bisnis sektor pariwisata lokal dengan dana pihak ketiga.Semuanya akan berdampak memajukan perekonomian sekawasan Danau Toba yaitu Daerah Toba Samosir,Daerah Samosir,Daerah Humbang Hasundutan, Daerah Karo,Daerah Tapanuli Utara, Daerah Dairi,Daerah Pakpak Bharat,Daerah Simalungun,atas terselenggaranya pembangunan KSPN tersebut, termasuk daerah Kabupaten Karo juga,akan menikmati keuntungan dalam sektor Parawisatanya," terang Brahmana

Menurutnya penciptaan Zona Ekonomi Khusus (KEK) melalui Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) tertuang dalam rapat memperkuat dan memungkinkan menciptakan ukuran dan cakupan KSPN Danau Toba menjadikannya pertaruhan maju tidaknya kawasan sebagai "All in One Eco Solutions" (Red. Semua dalam Satu Solusi Eco ) yang melindungi lingkungan, mempromosikan pembangunan daerah berkelanjutan berskala besar dan menciptakan tingkat pengembalian yang tinggi bagi para pelaku bisnis sektor Eco Wisata di Kabupaten Karo. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait