Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bank Mandiri Dinilai tak Layak Jadi Mitra Penyaluran Dana PKH

Tim Redaksi: Sabtu, 25 November 2017 | 01:10 WIB




Hari pertama penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) nontunai tahap 4 tahun 2017 di wilayah Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan sejak Jumat (24/11/2017) pagi hingga malam ini jam 19.00 Wib belum selesai terealisasikan.

Para KPM penerima manfaat Program Keluarga harapan dari kementerian sosial RI di wilayah ini berjumlah 363 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terpaksa menunggu antrian hingga malam untuk menerima hak mereka akibat dari buruknya pelayanan agen Bank mandiri di desa sihopuk.

Salah satu peserta penerima bansos dalam antrian tersebut kiresi hasibuan warga desa pangirkiran mengatakan mesin gesek ATM (mesin Elektronik Data Capture) pada operator agen mandiri di desa sihopuk hanya satu dan siangnya acara tersebut sempat terhenti karena mesin rersebut rusak sehingga penerima bansos PKH harus  menunggu selesai untuk di perbaiki.

"Gimana gak lama, orang mesin gesek ATMnya (maksudnya mesin EDC) cuman satu. Itulah untuk kami semua. Itupun sempat rusak mesinnya tadi siang, terpaksa kami tunggu sampai selesai diperbaiki," ungkapnya.


Disamping itu 363 KPM yang  didominasi orang tua yang sudah renta (lanjut usia) harus rela berdiri dan basah kuyub di tengah hujan deras saat penyaluran bansos tersebut berlangsung.

Hal tersebut terjadi akibat dari kurangnya fasilitas tenda dan juga kursi yang disediakan pihak agen bank mandiri si hopuk sebagai bank mitra Kemensos untuk penyaluran bansos PKH Kabupaten Paluta.

Ketua LSM Aliansi Penyelamatan Indonesia Kabuapaten Paluta Faisal Bangun Pakpahan melalui Wakil ketua UKM Aliansi Penyelamatan Indonesia Kabupaten Paluta yang  turut memantau pelaksanaan realisasi Bansos  tersebut mengecam keras kinerja pihak agen  bank Mandiri di desa sihopuk. Dia  menilai pelayanan pihak agen bank mandiri sangat  buruk dan tidak manusiawi. 

"Masa tenda dan kursi yang disediakan tidak memadai,kan kasihan orang tua yang sudah renta begitu  harus berdiri dan basah kuyup,Bank Mandiri kok begini pelyannannya. heran saya," ungkapnya kesal.

"Yang diterima berapa, entar peserta pada sakit. pas untuk berobat lah uangnya itu... Pake otak dong," lanjutnya geram.

Rencananya ia juga akan menjumpai pihak cabang bank mandiri selaku pihak penyedia layannan yang di unjuk kemensos untuk wilayah Kabupaten Paluta untuk perealisasian bansos PKH tersebut.

"karena sudah malam.,besok akan saya jumpai kepala Bank Mandiri Gunung tua untuk memintai keterangannya prihal ini," ungkapnya kepada wartawan. (GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait