Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Serah Terima Danyonif, Prajurit Yonif 114/Satria Musara Tampilkan Aksi Ekstrem

Tim Redaksi: Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:28 WIB

Atraksi Eksrem : Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melakukan pemukulan besi kepada salah satu tangan seorang prajurit. Adi




Serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 114/ Satria Musara, berlangsung meriah dan menegangkan. Pasalnya, prajurit Yonif 114 ini menampilkan aksi eksrem yang sangat memukau hadirin yang hadir, kemarin. Kenapa tidak, selain jago perang, prajurit ini memiliki beladiri paling ekstrem.

Kegiatan yang berlangsung di bawah kaki Gunung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah  ini, juga jadi lokasi markas satuan tempur Batalyon Infanteri (Yonif) 114/Satria Musara. Aksi-aksi ekstrem tersebut ditampilkan pada saat acara serah terima Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 114/Satria Musara dari pejabat lama Letkol Inf Hendry Widodo kepada Letkol Inf Mulyadi S.T pejabat baru oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Letkol Inf Mulyadi yang juga mantan Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 042/Garuda Putih Provinsi Jambi, menyebutkan para prajuritnya selain memiliki kemampuan jago perang, juga memiliki kemampuan beladiri seperti beladiri Militer, Karate, Pencak Silat, Yoong Modo, dan yang paling ekstrem yaitu memiliki tenaga dalam atau ilmu kebatinan yang hebat dan handal.

Para prajurit ini lanjutnya, dengan beladiri berkelahi tangan kosong mampu melumpuhkan lawannya satu banding lima dengan cepat. Adapun atraksi yang dilakukan yaitu Pencak Silat dengan jurus pernapasan dan tenaga dalam dengan kekuatan yang luar biasa serta melewati rintangan api dengan melompat harimau.

“ Kemudian beladiri militer Yong moodo yaitu gerakan seragam dangan kuncian dan bantingan untuk melumpuhkan musuh, ilmu kebatinan mengendarai motor Trail dengan mata tertutup sekaligus membonceng satu orang rekanya juga dengan mata tertutup dari belakang menebas buah semangka dengan golok,” jelasnya.


Selain itu lanjut Komandan Yonif ini, para prajurit dengan kekuatan tenaga dalamnya mampu mematahkan besi, genteng, riol beton dengan kepala, memecahkan batu di tubuh dengan palu besi, lompat harimau dibundaran api, memukul dengan batang tebu di punggung, mematahkan 12 susunan balok es, dan berbagai pertunjukan ekstrem lainnya yang tidak mudah dilakukan bagi yang belum pengalaman.

Sementara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono diberikan kesempatan untuk melakukan pemukulan besi baja kesalah satu tangan prajurit. Petunjukan yang paling ekstrem itu membuat para penonton untuk tidak menoleh sedikitpun pandangannya dari pertunjukan ekstrem tersebut. (Adi)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait