Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

HUT Ke-70 Dairi, Eddy Berutu: Dairi Harus Unggul dan Pemimpin Tidak Feodal

Tim Redaksi: Selasa, 03 Oktober 2017 | 14:08 WIB

Dairi mempunyai berbagai sumber daya alam dan manusia yang sangat luar biasa. Namun sampai saat ini, Dairi masih tertinggal dari Kabupaten di sekitarnya.

Untuk mengejar kemajuan pembangunan Dairi di semua aspek, maka sistem yang dibangun harus unggul, berdampak dan tranparansi.

Unggul artinya, sistem yang dibangun harus orientasi pada pemenuhan keseluruhan kebutuhan warga masyarakat di Dairi.

Berdampak artinya, sistem yang dibuat harus mampu meningkatkan taraf hidup keseluruhan warga masyarakat di Dairi.

Tranparansi artinya, setiap tahap dari proses perwujudan sistem melibatkan peran serta masyarakat mulai dari awal hingga tahap evaluasi. Dengan demikian, sistem pembangunan di Dairi benar-benar dilakukan secara terbuka.

Dengan demikian, semua tahap proses pembangunan dilakukan secara terukur, bersih dan melibatkan madyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan.

"Manajemen modern mengisyaratkan tranparasi menjadi sebuah keharusan  jika ingin mendapat kepercayaan rakyat," ujar Dr Eddy Berutu, Senin (2/10/2017). 

Prinsip manajemen modern, pencuri sekalipun tidak memiliki kesempatan untuk mencuri. Jadi, semua proses pembangunan harus berbasis pada sistem yang bagus.

“Dairi sudah 70 tahun, mengurus dan mengatur daerah mestinya sudah pakai manajemen modern dong, kan itu tidak ada sulitnya, kita pasti bisa," ungkap Eddy Berutu saat dimintai tanggapan dan masukannya dalam suasana 70 tahun kabupaten Dairi.

Diketahui, Kabupaten Dairi berdiri sejak 1 Oktober 1947. Pada 1 Oktober 2017, Dairi genap berumur 70 tahun.

Potensi Dairi sungguh luar biasa namun mengapa sulit rasanya rakyat bangkit dan sejahtera. Menurut pengamatan Eddy Berutu, di Dairi perlu penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, jujur dan menetapkan skala prioritas pembangunan pro rakyat. 

"Kita melihat posisi Dairi saat ini sangat tertinggal, bahkan wajah kabupaten Dairi seperti 15 tahun silam.  Artinya minim pencapaian. Jangankan dalam skala nasional atau bahkan Sumatera Utara, namun untuk kabupaten sekitaran kawasan Danau Toba masih jauh dari leading apalagi unggul," ucapnya. 

Dicontohkan Eddy Berutu, hingga kini Dairi masih harus mendatangkan pakan ternak, telur, ayam bahkan kompos ke Dairi. Padahal, bahan baku pakan ternak tersebar luas di Dairi.

Dari contoh kecil itu berapa besar kerugian Dairi hanya karena bertindak sebagai konsumen. Padahal, bisa menjadi produsen.  

Untuk itu, Eddy Berutu dalam program Dairi Unggul, jika terpilih menjadi Bupati di Dairi, membangun sistem yang saling terintegrasi antara berbagai aspek pembangunan. Pabrik pakan ternak, misalnya, akan kita buka di Dairi dengan pengelolaan profesional, bermutu, berkelanjutan, berkualitad dan efisien. Di Dairi, bahan baku jangung, ubi , batu dan lainnya lengkap. Ketika diolah  jadi pakan ternak Dairi akan beruntung ratusan miliar  rupiah pertahun. Belum lagi tenaga kerja yang terserap.

Membuat Dairi unggul juga mengembangkan pariwisata Dairi yang dipadukan dengan even-even nasional dan bila memungkinkan ke taraf internasional.

"Semua tahu durian Dairi itu terbaik. Kalau dipromosikan dalam sebuah agenda tahunan "calender of event" secara nasional sampai ke manca negara, misalnya, maka harga durian Dairi akan melambung," tegasnya bersemangat. 

Nama Dairi akan melejit dan sekaligus memperkenalkan wisata Dairi yang luar biasa itu seperti TWI, dan banyak lagi obyek wisata yang bisa dijual seperti Tao Silalahi. Pembangunan kawasan wisata ini terkait program pusat untuk pengembangan kawasan danau toba. 

Bakal Calon Bupati Dairi ini juga menyampaikan, ekonomi rakyat Dairi berbasis pertanian sehingga  pemerintah nantinya akan menetapkan sektor tersebut sebagai prioritas utama. Untuk itu, pemetaan komoditi pertanian rakyat per kecamatan wajib ada. Berbicara program Dairi unggul tentu dimulai dari pertanian sebagai propesi terbesar warga Dairi.

"Sektor pertanian harus sinergi dengan bidang lain seperti infrastruktur, pemberdayaan dinas perindustrian , perdagangan dan koperasi," tutupnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait