Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Marahi Direktur PDAM Tirta Malem

Tim Redaksi: Jumat, 15 September 2017 | 22:56 WIB

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, Kepala Bappeda Karo, Ir. Nasib Sianturi, M.Si, Kabag Perekonomian Setdakab Karo, Topan Daniel Ginting, Direktur PDAM Arvino Hamsyari ST.





Untuk kedua kalinya Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH mengingatkan Direktur Utama PDAM Tirta Malem, Arvino Hamsyari ST, perusahaan daerah air minum milik Pemkab Karo harus sigap menghadapi masalah dan merespon keluhan pelanggan.

Kekecewaan Bupati Karo, bukan tanpa sebab, pasalnya sejak dilantik hasil seleksi lelang jabatan menjadi Dirut PDAM Tirta Malem satu tahun lalu, Arvino belum terlihat melakukan gebrakan peningkatan kualitas pelayanan air minum untuk kebutuhan pelanggan. Bahkan penurunan PAD dari sektor retribusi air minum membuat Bupati Karo semakin geram. Tak tanggung-tanggung penurunan PAD mencapai Rp 1,3 milyar.

Demikian juga hasil sidaknya beberapa waktu lalu terkait aset yang tidak difungsikan belum juga dilelang.
"PDAM Tirta Malem harus sigap mengatasi masalah dan merespon keluhan pelanggan, dan perlu inovasi agar pelayanan air bersih semakin baik," ungkap Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di ruang kerjanya kepada Direktur Utama PDAM Tirta Malem, Arvino Hamsyari ST, Jumat (15/9).

Ia meminta Dirut PDAM bergerak cepat mengatasi segala kelemahan yang ada di PDAM Tirta Malem, misalnya pelayanan administrasi yang panjang, tidak transparan dalam segala hal, dan mengevaluasi kinerja karyawan. Itu pekerjaan yang harus segera dibenah, bukan didiamkan.

Terkelin Brahmana mengatakan, pelayanan terhadap para konsumen di wilayah kota, seharusnya tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Persoalan manajemen ini menuntut adanya perubahan nyata di tubuh PDAM kearah yang lebih baik dari sebelumnya. “Ini malah mundur lagi, sebelumnya air lancar di kota Kabanjahe. Sekarang setelah mesin yang baru sebanyak 6 unit Rp 1,2 milyar sudah dibeli melalui APBD Karo TA 2016, kok malah airnya macat lagi,” kecam Bupati Karo.Masyarakat bertanya-tanya. Apakah karena ada kebocoran, atau karena ada penggalian pelebaran jalan. Ini harus secepatnya dijawab dengan bekerja cepat, tuntas dan berkualitas, tegas Terkelin.

Bupati Karo juga menyinggung hasil sidaknya beberapa waktu lalu ke PDAM Tirta Malem, apa sudah ditindaklanjuti dengan cara melelang aset yang tidak difungsikan lagi, baik mengenai tiga unit tangki air dan dua unit mobil kijang minibus serta satu unit kijang pickup yang telah berkarat alias barang rongsokan yang dibiarkan begitu saja. Sejumlah pipa baru dan bekas dari bongkaran pelebaran Jalan Kabanjahe - Berastagi juga terlihat dibagian belakang kantor. “Daripada menjadi rongsokan segera lakukan lelang dan langsung hapus dari aset daerah,” ujarnya.

“Semua aset itu, didata dan usulkan ke Bagian Perekonomian Setdakab untuk di lelang. Agar segera dibentuk panitia lelang, barang itu semua dulu dibeli pake uang rakyat jadi tetap harus dipertanggungjawabkan dengan cara melelangnya bukan membiarkannya menjadi besi tua dan sarang nyamuk,” lontar Bupati.

“Saat anda dilantik satu tahun lalu, saya sangat berharap anda dapat meningkatkan kondisi perusahaan menjadi sehat, mulai dari perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, penatausahaan, penyusunan laporan, penetapan kebijakan, dan pertanggungjawaban, agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, guna menghindari penyimpangan yang dapat merugikan,” tegas Bupati.
Sementara itu, Direktur PDAM Arvino Hamsyari ST mengatakan bahwa pelelangan aset yang tidak bisa lagi di fungsikan, menunggu jawaban hasil konsultasi dengan BPKP Provinsi Sumatera Utara, ujarnya.
Arvino juga berjanji segera membenahi keluhan masyarakat. Bagaimanapun juga itu tanggungjawab yang harus dipenuhi oleh saya selaku direktur. Direktur PDAM mengakui, persoalan keluhan pelanggan memang harus segera ditanggapi secara cepat.

“Saat ini kami bersama tim di lapangan sedang melakukan perbaikan secara serius dalam hal perbaikan pipa yang rusak. Kita sedang memfokuskan perbaikan instalasi perpipaan, agar pendistribusian air dapat disalurkan secepatnya. Akibat tersendatnya air, memengaruhi penarikan rekening air dari warga sehingga terjadi penurunan PAD,” ujarnya.

Saat ini Kota Kabanjahe memiliki sistem pelayanan air minum dengan total kapasitas produk 84 liter/detik yang terdiri dari sumber mata air Lau Bawang I (15 liter/detik), Lau Bawang II (15 liter/detik), Lau Berneh (15 liter/detik), Lau Melas Tirta Nadi (29 liter/detik), sumber mata air Lau Melas (5 liter/detik), sumber mata air Lau Peceran (5 liter/detik) dengan jumlah total produksi 84 1iter/detik.

Turut hadir di ruang kerja Bupati Karo, Kepala Inspektorat Phillemon Brahmana, Kabag Perekonomian Setdakab Karo, Topan Daniel Ginting, Kepala Bappeda Karo, Ir. Nasib Sianturi, M.Si. Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) PDAM Tirta Malem, Jonara Tarigan, SE. (Marko Sembiring)



Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait