Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sampuran Nagincat, Wisata Alam Tersembunyi Yang Butuh Perhatian

Tim Redaksi: Minggu, 20 Agustus 2017 | 15:54 WIB




Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang sudah berumur 10 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Induk Tapanuli Selatan, ternyata memiliki wisata alam tersembunyi yang sangat banyak dan berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata alam. Namun akibat kurangnya perhatian serta pengembangan dari pihak Pemerintah setempat, lokasi wisata alam tersebut kurang dikenal dan terkesan diabaikan.

Salah satu lokasi wisata alam tersebut adalah air terjun Sampuran Nagincat yang berada di wilayah Hulu Batang Pane tepatnya di desa Tor Sanggar, Kecamatan Padang Bolak. Kondisi dan lokasi air terjun yang berada di desa daerah perbukitan ini memiliki air yang jernih. Hanya sayangnya belum dimanfaatkan secara maksimal bahkan belum diketahui oleh masyarakat luas.

"Air terjun Sampuran Nagincat namanya di wilayah Hulu Batang Pane tepatnya di desa Tor Sanggar. Sangat bagus untuk objek wisata dan potensi air permukaannya tidak pernah keruh dan tidak pernah berkurang debit airnya walaupun musim hujan atau musim kemarau," kata Jungkar Romadon Siregar, anggota komunitas pencinta alam Paluta.

Menurutnya, lokasi air terjun hanya berjarak 200 meter dari pemukiman warga dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu sekitar 10 menit. Hanya saja katanya, akses jalan menuju lokasi air terjun dapat dikatakan masih minim dan hanya berupa jalan setapak yang biasa digunakan warga menuju lokasi perkebunan.

Kondisi lokasi yang cukup dekat dengan pemukiman warga akan menjadi modal utama destinasi wisata tersebut menjadi destinasi yang akan sangat ramai dikunjungi warga jika akses menuju lokasi diperbaiki dan dikembangkan dengan baik. Sebab selain suasananya yang indah, dibawah air terjun itu juga terdapat genangan air yang luas dan sangat bagus untuk dinikmati para pengunjung sebagai tempat pemandian. "Cukup dekat dari pemukiman warga, hanya saja akses jalan ke lokasi masih minim dan hanya berupa jalan setapak saja," katanya.

Karena itu, sebagai seorang pecinta alam di Kabupaten Paluta, dirinya bersama anggota komunitas pecinta alam Paluta lainnya saat ini sedang merencanakan untuk membuka akses jalan ke areal air terjun tersebut bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.

Dirinya pun berharap dukungan pemerintah untuk membangun jalan menuju wisata air terjun, guna untuk memudahkan para wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata air terjun ini karena diperkirakan hanya dengan menempuh jarak 25 km saja dari Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.

"Kita harap Pemkab Paluta dapat lebih memperhatikan pengembangan lokasi wisata ini. Seperti akses jalan dan pengembangan lainnya karena kalau sudah dikembangkan dengan bagus, akses jalan baik akan menambah pendapatan daerah," tutupnya.(plt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait