Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

DD Aliaga 2017 Untuk Akses Jalan Pertanian dan Embung

Tim Redaksi: Selasa, 08 Agustus 2017 | 17:52 WIB


Kepala Desa Aliaga, Sudaryono bersama perangkat desa di lokasi pengerjaan jalan rabat beton.



Dalam upaya mempermudah pengangkutan hasil perkebunan masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi, warga Desa Aliaga gunakan dana desa (DD) tahun 2017 untuk pembangunan jalan rabat beton dan plat decker.

Selain itu, juga dibangun satu unit sarana air bersih, berupa embung. Sebab selama ini masyarakat Desa Aliaga setiap terjadi kemarau panjang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk pengairan lahan pertanian dan minuman ternak.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Aliaga, Sudaryono, didampingi Sekertaris Desa, Muhammad Asran Daulay dan Bendahara Desa, Muhammad Nopri Rangkuti, kepada wartawan, Selasa (8/8/2017).

Untuk bangunan jalan rabat beton, jelasnya, ukurannya panjang 110 m, lebar 3 meter dan tebal 25 cm. Dengan anggaran dana menghabiskan sekitar Rp 191.800.000. "Kemudian kita buat lagi 2 unit plat decker ukuran 6 × 2 meter, ketebalan coran lantai 20 cm, dengan anggaran sebesar Rp 69.000.000," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, di Desa Aliaga ini, sebagian besar warga masyarakatnya adalah petani sawah tadah hujan. Mengingat selama ini setiap musim kemarau warga sangat kesulitan mendapatkan air untuk bercocok tanam keperluan pertanian, sehingga disepakati dana desa tahun ini dibangun untuk pembuatan embung.

"Untuk mendukung irigasi pertanian lewat embung itu, juga diadakan satu unit mesin pompa air merek diesel. Dengan harapan para petani tidak lagi mengalami kendala dalam kebutuhan air untuk bercocok tanam padi sawah tadah hujan di saat kemarau," katanya.

"Disisi lain, masyarakat di Desa Aliaga juga sebagian besar penduduknya memiliki sapi dan kerbau. Sehingga pembangunan embung sangat berguna untuk memberikan minum ternak. Terutama disaat musim kemarau panjang seperti saat sekarang ini," jelas Sudaryono.

"Sedangkan untuk PKK dan Remaja Putri kita buat kegiatan pemberdayaan masyarakat, berupa jahit menjahit dan pembuatan kuliner. Dengan demikian diharapkan mereka memiliki keahlian yang mampu sekaligus bisa meningkatkan ekonomi keluarganya,” papar kades.

Sementara, petugas Pendamping Lokal Desa, Muhammad Junaidi Hasibuan menyebutkan, hingga saat ini, kegiatan pembangunan di Desa Aliaga yang bersumber dari dana desa tahun 2017 dilakukan sesuai dengan RAB-nya.

“Sampai kini pengerjaan yang dilakukan masih sesuai dengan RAB, dan diharapkan akan terus seperti ini hingga selesai pembangunan,” ucap Junaidi Hasibuan.

"Kami tetap mengingatkan para kepala desa, agar dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana desa, diutamakan sikap keterbukaan dan tertib beradministrasi. Yang utama pekerjaan selesai tepat waktu,” tegasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait