Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pembangunan Bandara Palas Segera Ekspos

Tim Redaksi: Sabtu, 08 Juli 2017 | 11:05 WIB

Ilustrasi bandara


Rencana pembangunan bandar udara (Bandara) di Padanglawas (Palas) bertempat di Desa Sialiali Kecamatan Lubuk Barumun terus mengalami kemajuan. Dalam waktu dekat ini Pemkab Palas segera menggelar ekspose di Kementerian Perhubungan Jakarta.

Kaban Bappeda Palas Yenni Nurlina Siregar melalui Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Khaidir Harahap mengatakan, dalam jangka dekat ini pihaknya akan menggelar ekspos di Kementerian Perhubungan guna menyampaikan berbagai progres rencana pembukaan Bandara di Palas.

Di antara materi ekspose yang akan disampaikan di Kemenhub, terkait kesiapan lokasi atau pun lahan pembangunan Bandara yang sudah disiapkan seluas 500 hektare di Sialiali.

Selain itu juga termasuk dokumen pendukung lainnya seperti uji kelayakan pembangunan bandara. Selesai ekspose di Kemenhub nanti, lanjut Khaidir, tahapan selanjutnya Pemkab Palas akan mengusulkan izin penetapan lokasi Bandara dari Menteri Perhubungan.

"Baru kemudian kalau izin penetapan lokasi Bandara sudah keluar, Pemkab Palas akan kembali menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merevisi izin konsesi lahan untuk peruntukan lokasi Bandara di Sialiali," kata Khaidir di Sibuhuan, Jumat (7/7), sore.

Karena sesuai SK Kemenhut Nomor 579 tahun 2016 tentang kawasan hutan di Sumatera Utara masih berada pada kawasan Areal Pengguna Lain (APL).
Sehingga setelah izin konsesi direvisi, la­han itu akan menjadi milik pemerintah.

Ketika ditanya tentang dokumen pendukung lainnya, seperti kajian FS-nya, Khaidir mengungkapkan, sejauh ini tidak ada permasalahan dari hasil uji kelayakan. Bahkan, saat ditanya potensi penumpang pesawat dan kesediaan maskapai membuka rute ke depan dikatakan juga besar potensinya. "Aturannya kan sudah ada, harus minimal 100 Km baru boleh dibangun bandara baru," jelas Khaidir.

Dengan adanya bandara, akses ke daerah ini pun akan lebih mudah. Tidak seperti saat ini, jarak tempuh yang jauh dari Kota Medan sebagai pusat bisnis atau Pekan Baru di daerah Timur, benar-benar membuat daerah ini terasa jauh untuk dijangkau.

Bayangkan saja, dari Medan, perjalanan ke Padang Lawas membutuhkan waktu 12 sampai 14 jam. Begitu juga dari Pekan Baru, membutuhkan waktu perjalanan 5 sampai 7 jam.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait