Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jalan Dolat Rayat – Tigapanah Diaspal & Diperlebar Jadi 4,5 Meter

Tim Redaksi: Selasa, 18 Juli 2017 | 17:35 WIB

Camat Dolat Rakyat, Tetap Ginting (nomor 2 dari kanan) didampingi Kades Bukit, Lisma Sembiring, Sekcam Dolat Rayat, Leonard Girsang, Kasi PPMD, Syahta Perdamenta Barus ketika meninjau pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Dolat Rayat – Tigapanah. (Metro online)

 
  Masyarakat Desa Bukit Kecamatan Dolat Rayat dan sekitarnya maupun masyarakat  Desa Bertah Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo  sekitarnya merasa bersyukur karena jalan ke Desa mereka untuk tahun anggaran 2017 ini ditingkatkan kualitasnya menjadi aspal hot miks dan diperlebar dari 3 meter menjadi 4,5 meter.
 
                “Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Karo atas pelaksanaan peningkatan dan pelebaran jalan ke Desa kami yang sudah hampir 10 tahun tidak mendapat perhatian walaupun kerusakannya sudah cukup parah,” ujar kepala Desa Bukit, Lisma Sembiring ketika meninjau ke lapangan pelaksanaan pekerjaan  proyek pembangunan jalan bersama dengan Camat Dolat Rayat Tetap Ginting,S.Sos yang didampingi Sekcam, Leonard Girsang,S,STP,Msi, Kasi PPMD, Syahta Perdamenta Barus,S.STP, Kasubbag Umum, Basita Bukit,SH, Selasa (18/7).
 
                Menurut Lisma Sembiring, selama beberapa tahun ini warga Desa Bukit maupun warga Desa Bertah dan sekitarnya sangat mengeluhkan kondisi jalan ke Desa mereka yang sudah lama rusak hampir di sepanjang jalan baik dari arah Desa Ujung Sampun Kecamatan Dolat Rayat maupun dari arah Desa Seberaya KecamatanTigapanah.
 
Kondisi kerusakan jalan yang cukup parah tersebut selama ini sangat menghambat kelancaran transportasi maupun pengangkutan hasil bumi ke pusat pasar hasil bumi di Lau Gendek, kota Berastagi maupun ke pasar di Tigapanah. Karena kondisi jalan tersebut membuat kenderaan berjalan dengan lambat dan ekstra hati-hati.
 
“Bahkan keadaan jalan ini membuat kenderaan semakin cepat rusak sehingga biaya pengangkutan cukup besar dan terkadang tidak sesuai lagi dengan hasil produksi pertanian yang akan dijual ke pasar,” ujar Lisma Sembiring yang terpilih sebagai kepala Desa Bukit hasil Pilkades tahun 2016 lalu.
 
Kata Lisma dalam kaitan pelebaran jalan dari lebar 3 meter menjadi 4,5 meter, pihaknya telah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan sejauh ini tidak ada masalah di lapangan, khususnya di wilayah Desa Bukit. Karena pelebaran badan jalan selebar 75 Cm di kiri dan kanan jalan tidak mengenai  tanah atau perladangan warga.
 
“Sejauh ini tidak ada permasalahan yang terjadi di lapangan dan berjalan dengan baik pak Camat”, ujar Lisma kepada Camat Dolat Rayat Tetap Ginting. Hal tersebut juga dibenarkan pengawas lapangan pihak rekanan pemborong, Jander Lingga.
 
Menurut Jander Lingga panjang jalan yang mengalami peningkatan tersebut sepanjang 7,560 kilometer, mulai dari simpang Desa Bukit di Desa Ujung Sampun Kecamatan Dolat Rayat hingga simpang Desa Bertah di Desa Seberaya Kecamatan Tigapanah.
 
Pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan dengan dua paket masing-masing paket satu sepanjang 3,650 kilometer dan paket kedua sepanjang 4 kilometer. Sesuai dengan jadwal proyek jalan penghubung kecamatan Dolat Rayat dengan Kecamatan Tigapanah akan rampung pada November 2017.
 
Camat Dolat Rayat Tetap Ginting mengatakan, dengan ditingkatkannya kualitas dan fisik jalan yang menghubungkan Kecamatan Dolat Rayat dengan Kecamatan Tigapanah diharapkan ke depannya akan memperlancar tranportasi angkutan pedesaan sehingga semakin memudahkan perhubungan masyarakat maupun pengangkutan hasil bumi ke pusat-pusat pemasaran baik ke pasar Lau Gendek di Dolat Rayat, ke kota Berastagi maupun ke pusat pasar hasil bumi di Tigapanah.
 
“ Juga kita harapkan ke depannya perekonomian rakyat di Desa- Desa yang melintasi jalan ini akan semakin baik dan meningkat,” harap Tetap Ginting.
 
Pelaksanaan peningkatan jalan Dolat Rayat – Tigapanah dimulai dengan pengorekan beram jalan disebelah kiri jalan dengan menggunakan alat berat beko dan dilanjutkan derngan penimbunan dengan batu kasar.
 
Namun sejauh ini pihak rekanan pemborong belum memasang plank proyek sebagaimana mestinya sehingga berapa anggaran pembangunan jalan belum diketahui secara pasti. Sementara itu pengawas pekerjaan yang ditanyakan hal tersebut tidak mengetahuinya secara pasti. “Kami akan segera memasang plank proyek dan sudah siap dibuat tinggal memasangnya saja” ujar  Jander Lingga.   (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait