Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Sidak PDAM Tirta Malem Kabanjahe

Tim Redaksi: Kamis, 20 Juli 2017 | 19:04 WIB

Bupati Karo Sidak PDAM Tirta Malem Kabanjahe

Krisis air yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kabanjahe, Kabupaten Karo selama ini akibat tidak maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Malem. Padahal, masyarakat sangat mengandalkan instansi tersebut untuk mensuplai air bersih. Sehingga banyak pelanggan (konsumen), mau tidak mau harus membeli air ke pengusaha yang memiliki sumur bor.
Di tengah krisisnya suplai air bersih, Tiga unit tangki milik perusahan daerah itu justru mangkrak dan mengkarat sejak bertahun-tahun ibarat barang rongsokan. Hal itu tejadi karena rusak termakan usia. Dampaknya, banyak pelanggan harus merogoh kocek sendiri untuk memasang sumur bor pribadi di rumahnya masing-masing.
Hal ini terungkap setelah Bupati Karo Terkelin Brahmana SH sidak ke PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Kamis (20/7) sekira pukul 14 : 50 wib. Sementara Ditektur perusahan air minum milik daerah Arvino Hamsyari, ST, Kabag Produksi, Kabag Perdagangan dan Kabag Umum sedang tidak berada di tempat.
Karena yang bersangkutan tidak berada di tempat, orang nomor sartu di Karo ini langsung melihat kondisi lokasi yang berada di belakang kantor. Tiga unit tangki air dan dua unit mobil kijang minibus serta satu unit kijang pickup telah berkarat alias barang rongsokan yang dibiarkan begitu saja.
“Kalau bisa dilelang saja, ini bisa dibilang barang rongsokan atau sampah yang menjadi sarang nyamuk. Usahakan ajukan penghapusan aset, jangan ditunda-tunda lagi,” tegas Bupati didampingi Kabag Teknik PDAM Tirta Malem Lukman Peranginangin.
Menurutnya, barang yang tidak berfungsi lagi jangan dibiarkan bertumpuk. “Semua aset itu, didata dan usulkan ke Bagian Perekonomian Setdakab untuk di lelang. Agar segera dibentuk panitia lelang,”tegas Bupati.
Pantauan wartawan, tiga unit mobil tangki air dan unit Kijang Minibus dan 1 unit Kijang Pickup terlihat telah berkarat dan beberapa bagian keropos serta dipenuhi debu. Mobil-mobil ini diparkir berdampingan dijadikan satu dengan barang-barang lainnya. Sehingga semakin memberikan kesan menjadi barang rongsokan. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait